. Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan Pembangunan Infrastruktur Jalan

Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan Pembangunan Infrastruktur Jalan

Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di wilayah Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi yang kini dalam kondisi baik. Gambar diambil baru-baru ini. (Matra)

(Matra – Jambi) – Indonesia harus mengejar ketertinggalan pembangunan infratruktur, khususnya jalan sebagai salah satu upaya mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat, daerah dan nasional. Melalui pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional akan bisa dipacu lebih cepat. Hingga saat ini pembangunan infrastruktur di Indonesia belum selesai di seluruh Nusantara. Hal tersebut ditandai dengan masih banyaknya jalan di berbagai daerah yang rusak.

“Dibandingkan dengan negara-negara lain, kita memang masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur. Peringkat infrastruktur negara kita tahun 2018 berada di posisi 71 dari 140 negara. Di tingkat ASEAN saat ini, daya saing infrastruktur kita masih berada di posisi 5, kalah dengan Thailand, Brunei, Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi yang terdepan,"kata  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Pekerjaan Umum (PU) di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Selasa (3/12/2019). Peringatan HUT ke-74 PU di Jambi tersebut dihadiri segenap jajaran Dinas PUPR Provinsi Jambi.

Menurut Presiden Jokowi, lima tahun terakhir telah, Pemerintah Indonesia telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran seperti jalan tol, bandara, pelabuhan untuk mendukung tol laut, pembangkit tenaga listrik, dan bendungan.

Infrastruktur dasar pedesaan juga terus dibangun seperti saluran air bersih, jalan-jalan desa, perbaikan saluran irigasi dan embung, yang tidak dilakukan hanya di Pulau Jawa saja, tetapi ke seluruh wilayah Indonesia bagian Timur, wilayah pedalaman, kawasan terisolir, dan daerah perbatasan.

“Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sekaligus untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa kita,"katanya.

Jalan rusak di Jalan Tiibrata, Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi,Provinsi Jambi, persis di depan kampus Universitas Jambi. Gambar diambil baru-baru ini. (Matra)

Kondisi Infrastruktur Jambi
 

Sementara itu Gubernur Jambi, Fachrori Umar seusai peringatan HUT ke-74 PU tersebut mengatakan, pembangunan infrastruktur yang dilakukan harus bermanfaat bagi masyarakat. Pembangunan jalan ke desa-desa penting agar masyarakat desa bisa lebih mudah memasarkan hasil pertanian dan membeli berbagai kebutuhan pokok mereka.

"Saya bersama dengan jajaran Dinas PUPR Jambi dan organisasi perangkat dinas (OPD) terkait sering melihat langsung pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Jambi. Hasil pantauan di lapangan memang masih banyakjalan di Jambi rusak. Kami berharap seluruh jajaran pemerintah dan mitra yang terlibat harus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur fokus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,"ujarnya.

Fachrori Umar mengatakan, ada beberapa pekerjaan rumah yang menjadi tanggungjawab Dinas PUPR Provinsi Jambi dalam pembangunan infrastruktur. Di antaranya fokus untuk menyelesaikan beberapa pembangunan yang telah diprogramkam di Jambi TUNTAS 2021.

"Saya juga mengajak Kabupaten/Kota untuk bekerja dan bersinergi untuk membangun, seperti saya lihat ada banyak jalan yang sudah mulai rusak dan itu harus kita lakukan perbaikan. Penggunaan teknologi saat ini sangat penting dalam setiap bidang pekerjaan termasuk dalam bidang infrastruktur. Saya minta pembangunan infrastruktur kita harus didukung oleh teknologi dan hasil riset yang aplikatif sehingga akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas,"tambahnya. (Ade SM)

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama