. Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Hilang

Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Hilang

Pelaku Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun saat diamankan Satreskrim Polres Pematangsiantar,Selasa (2/3/2021) siang. (Istimewa) 

(Matra, Pematangsiantar)-Sekarang ini perilaku masyarakat cukup memperihatinkan. Hanya karena persoalan sepele, mereka bertindak beringas. Bahkan senjata tajam dan tindak kekerasan dilakukan untuk meluapkan emosi. Seolah tak takut ulah tersebut bakal menyeret mereka ke proses hukum.

Kasus terbaru di Kota Pematangsiantar Sabtu 27 Februari 2021 lalu. Seorang perempuan lansia (72 tahun) bernama Riamsa Nainggolan tewas mengenaskan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar.

Pelaku pembunuhan itu adalah Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Motifnya sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum. Sehingga membuat Gea kerap malu dan timbul rasa sakit hati pada Riamsa Nainggolan, yang juga istri mantan Sekda Siantar Tagor Batubara ini.

“Uang kosku diminta di depan orang banyak. Jadi, aku malu. Iya, aku yang bunuh. Sendiri aku membunuh,” kata Gea, sembari tertunduk lesu saat ditanya wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa sore.


Rasa sakit hati Rohayani Purba, dilampiaskannya dengan mencabut nyawa orang lain. Terungkapnya motif pembunuhan ini setelah personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap Gea di  Kota Medan, Selasa (2/3/2021) siang.

Dari Kota Medan, Gea kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar. Oleh polisi, Gea kemudian dipertemukan dengan sejumlah wartawan untuk mengungkapkan perbuatan yang dilakukannya itu.

Pengakuan Gea, dia datang ke rumah Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar yang bersebelahan dengan kos-kosan Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, tepatnya di belakang Kantor Pos, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu 27 Februari 2021.

Saat bertemu Riamsa di rumah itu, Gea langsung mendorongnya hingga jatuh ke tangga. Selanjutnya, Gea membekap mulut Riamsa menggunakan bantal hingga tak bernafas. “Terus, dia, (korban) kubawa ke gudang,” kata Gea.

Pelaku Gea pun meninggalkan wanita 72 tahun tersebut dalam kondisi tak bernyawa di gudang tersebut. Hingga akhirnya, pada malam hari Sabtu (27/2/2021), Lamhot Dharma Batubara, anak Riamsa, menemukan sang ibu dalam keadaan tak bernyawa. Kini Rohayani Purba alias Gea sudah ditahan untuk diproses hukum lebih lanjut.

Ungkap Kasus

Berdasarkan olah TKP Polisi di lokasi penemuan jenazah korban Riamsa Nainggolan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kecamatan Siantar Barat, Siantar, polisi memiliki jejak pelaku.
Kemudian Polisi bergerak menuju Kota Medan tempat pelarian pelaku. Gea berhasil diamankan dari salah satu warung makan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Medan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (2/3/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang Rp114 ribu dan 2 unit handphone merk Xiqomi dan Evercross. Dari Medan, Gea dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Edi Sukamto kepada wartawan mengatakan, tersangka sudah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasus pembunuhan perempuan lansia ini terungkap saat warga yang bermukim di belakang Kantor Pos Kota Pematangsiantar, geger dengan penemuan mayat seorang perempuan lansia, Sabtu (27/2/2021) malam, sekitar Pukul 21.00 WIB. 

Belakangan diketahui, korban bernama Riamsa Nainggolan adalah istri mendiang mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Tagor Batubara (era Walikota RE Siahaan).

Menurut penuturan keluarga korban bermarga Brian Damanik, saat korban ditemukan posisinya telungkup. Jenazah korban kemudian dibawa ke Instalasi Kedokteran dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih.

Saat ditemukan pertama kali, Riamsa mengenakan pakaian baju merah dan celana biru. Kemudian terdapat luka di bagian lengan tangannya. 

Terpisah, Psikolog Ramayanti menilai, ada beberapa faktor yang membuat seseorang berprilaku begitu keji hanya karena urusan kecil. Pertama, kata dia, bisa jadi faktor ekonomi.

"Kebutuhan akan uang. Hal ini sering menjadi alasan orang melakukan kejahatan. Hal kedua, moral dari si pelaku itu sendiri. Ada sebagian orang yang 'merasa' apa yang dilakukannya tidak salah. Mana yang baik dan buruk belum begitu kental," tambahnya.

Latar belakang lainnya seorang berani bertindak kriminal, karena lingkungan sekitarnya. Di lingkungan tersebut bisa jadi berbuat kejahatan hal yang membanggakan.

"Atau yang keempat bisa jadi karena degradasi mental. Untuk hal ini bentuk nya bisa stress, depresi sampai kelainan mental. Hal ini semua bisa menjadi salah satu penyebab seseorang berbuat jahat terhadap sesamanya. Tentunya dengan alasan yang melatarbelakangi, salah satunya ingin melepaskan perasaan tertekan dalam diri,” katanya. (Matra/Asenk Lee Saragih)

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama