. Usai Membunuh Perempuan Lansia, Rohayani Br Purba Alias Gea Ajak Pacar Bercumbu di Hotel

Usai Membunuh Perempuan Lansia, Rohayani Br Purba Alias Gea Ajak Pacar Bercumbu di Hotel

Walikota Pematangasiantar Hefriansyah bersama rombongan saat melayat ke rumah duka almarhumah Riamsa br Nainggolan (Op Boru Abraham), di Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (1/3/2021). (Istimewa)

(Matra, Pematangsiantar)-Dari pengakuan Rohayani Br Purba Alias Gea, setelah dirinya melakukan pembunuhan terhadap korban bernama Riamsa Nainggolan (72), ternyata Rohayani tidak langsung meninggalkan Kota Pematangsiantar. Bahkan dirinya pada Sabtu (27/2/2021) malam masih sempat menginap di City Hotel yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian di Jalan Medan Area, persisnya di belakang Kantor Pos, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

“Aku booking kamar di hotel itu,” kata Gea kepada wartawan yang menemuinya di Mapolres Pematangsiantar, Selasa (2/3/2021). Bahkan Gea juga mengaku, saat berada di kamar hotel, birahinya memuncak. 

Kemudian Gea menghubungi kekasihnya bermarga Saragih dan menyuruhnya datang ke kamar hotel yang sudah dipesannya. “Nggak ada kuceritakan sama pacarku (soal pembunuhan),” sebut Gea.



Setelah sang kekasih datang, keduanya pun bercumbu. Gea memanggil pacarnya itu hanya untuk bercumbu dan setelah itu menyuruh pacarnya itu pulang.

Gea meninggalkan Kota Pematangsiantar menuju Kota Medan keesokan harinya, Minggu (28/2/2021). Namun, sebelum pergi, Gea sempat menjual handphone milik korban Riamsa Nainggolan di kawasan Pasar Horas Pematangsiantar.

“Aku ke tempat pacar adikku di Medan,” kata wanita asal Dusun Tanjung Mariah, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun ini.

Terungkapnya motif pembunuhan ini setelah personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap Gea di  Kota Medan, Selasa (2/3/2021) siang.

Dari pemeriksaan polisi, motif pembunuhan itu sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum. Sehingga membuat Gea kerap malu dan timbul rasa sakit hati pada Riamsa Nainggolan, yang juga istri mantan Sekda Siantar Tagor Batubara ini.

 “Uang kosku diminta di depan orang banyak. Jadi, aku malu. Iya, aku yang bunuh. Sendiri aku membunuh,” kata Gea, sembari tertunduk lesu saat ditanya wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa sore.

Kematian Riamsa Br Nainggolan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar tapi juga para tetangganya di Jalan Medan Area, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. 

Istri mendiang Tagor Batubara, mantan Sekda Siantar itu dikenal sangat baik dan ramah. Selain baik dan ramah, wanita berusia 72 tahun itu juga menerapkan pola hidup sehat dan rajin berolahraga. 

Mendiang selama hidupnya, adalah orang yang sangat memperhatikan asupan makanan dan minuman yang ia konsumsi, semata-mata untuk menjaga kesehatan dan tubuh tetap bugar.

“Ibu ini rajin minum jus, minum jamu. Setiap hari olahraga, lari sore atau jalan kaki,” ungkap para tetangga almarhum.
Rohayani Br Purba Alias Gea-Pelaku Pembunhan Lansia di Siantar.

Jika dilihat dari fisiknya, Riamsa Br Nainggolan sama sekali tidak kelihatan jika usianya sudah menginjak 72 tahun. “Dia tampak muda. Sehat kali badannya,” kata warga.

Anak Korban

Sementara itu Walikota Pematangsiantar Hefriansyah melayat ke rumah duka almarhumah Riamsa br Nainggolan (Op Abraham), di Jalan Handayani, Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar, Senin (1/3/2021). 

Hefriansyah menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota (Pemko Pematangsiantar) mengucapkan turut berduka cita yang sedalam–dalamnya.

“Mari kita mendoakan semoga almarhumah ditempatkan di tempat terbaik. Semoga juga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ucap Hefriansyah.

Kepada Lamhot Dharma Putra Batubara, Hefriansyah berpesan agar insiden yang menimpa almarhum ibunya tidak disesali. Hefriansyah yakin bahwa almarhum Riamsa br Nainggolan semasa hidup adalah orang baik dan telah diterima Tuhan yang Maha Kuasa.

“Kepada adinda, apa yang terjadi jangan disesali. Kami yakin ibu ini adalah orang yang baik dan sudah disambut dengan senyuman manis oleh Tuhan yang Maha Kuasa,” tambahnya.

Turut serta melayat ke rumah duka, Plt Kadis Kominfo Kartini Batubara, Plt Kepala BPBD Daniel Siregar, Kabag Protokol dan Dokumentasi Pimpinan Mardiana, Camat Siantar Sitalasari, dan para lurah se-Kecamatan Siantar Sitalasari.(Matra/Asenk Lee/Berbagaisumber)

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama