. BWSS VIII Sumsel Tinjau Kerusakan Jalan dan Banjir di Desa Nyogan Muarojambi

BWSS VIII Sumsel Tinjau Kerusakan Jalan dan Banjir di Desa Nyogan Muarojambi

Wakil Ketua Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Provinsi Jambi H Ivan Wirata mengajak pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VIII meninjau kerusakan jalan utama menuju Kecamatan Sungai Bahar tepatnya di Desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (16/11/2022). (Foto-Foto: Ucup Buayo/FB)

Matra, Muarojambi- Wakil Ketua Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Provinsi Jambi H Ivan Wirata mengajak pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VIII meninjau kerusakan jalan utama menuju Kecamatan Sungai Bahar tepatnya di Desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (16/11/2022).

“Kegiatan hari ini menindak lanjuti laporan dari warga dan beberapa kepala desa Kecamatan Bahar Group (Sungai Bahar,Bahar Selatan dan Bahar Utara) beberapa hari yang lalu viral, bahwasahnya Jalan Poros Nyogan - Sungai Bahar tidak bisa dilewati karena banjir. Hari ini saya turun langsung kelokasi bersama Balai Besar BWSS VIII Sumsel untuk melihat langsung kondisinya, agar kedepan ada solusi terbaik untuk masyarakat Muarojambi umumnya dan bahar group khususnya,” ujar H Ivam Wirata di desa Nyogan, Muarojambi, Rabu (16/11/2022). Peninjauan Ivan Wirata itu juga didampingi beberapa perwakilan kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Ivan Wirata mengatakan, dirinya mengajak pihak BWSS VIII Sumatra Selatan guna melihat langsung kondisi Sungai Nyogan, Sungai Bahar yang terjadi banjir beberapa waktu lalu.

“Akibat genangan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan aktivitas mobilisasi masyarakat 22 Desa di Sungai Bahar lumpuh. Atas laporan masyarakat setempat saya langsung kontak Dirjen Operasi dan Pemeliharaan Kementrian PUPR Pusat, setelah itu ditindaklanjuti ternyata sungai ini, adalah kewenangan BWSS VIII Sumatra Selatan," kata Ivan Wirata, yang juga politisi dari Partai Golkar ini.
Ivan Wirata Ajak BWSS VIII Sumsel Tinjau Kerusakan Jalan dan Banjir di Desa Nyogan Muarojambi.

Ivan Wirata juga mengatakan dari peninjauan pihak BWSS VIII Sumatra Selatan, Rabu (16/11/2022), adalah langkah awal untuk ditindaklanjuti kajian Survei Investigasi Desain (SID).

Dirinya juga mengajak Gubernur Jambi, Bupati Muarojambi agar segera berkerjasama untuk menindaklanjuti. Bahwa kebanjiran yang ada di Desa Nyogan ini sangat patal jika tidak diselesaikan.

“Kami berharap ini kewenangan Badan Wilayah Sungai Sumatera VIII Sumatra Selatan agar segera menyelesaikan ini. Akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu semua aktivitas perekonomian masyarakat di 22 Desa di Kecamatan Sungai Bahar, Kecamatan Bahar Selatan, Bahar Utara tidak bisa keluar masuk melintasi jalan di Desa Nyogan karena direndami banjir," katanya.

Sementara Kepala Desa Mekar Sari Makmur, Budiyono yang ikut turun mendampingi DPRD Provinsi Jambi dan BWSS VIII Sumatra Selatan meninjau lokasi banjir di Sungai Nyogan dan Sungai Bahar mengucapkan terima kasih atas tindaklanjuti laporan nya.

“Saya ucapkan terima pada pak Ivan Wirata yang sudah memfasilitasi mengundang pihak BWSS tinjau lokasi genangan banjir di Desa Nyogan. Karena dalam kurun waktu 3 bulan ini sudah dua kali terjadi banjir yang sangat meresahkan masyarakat Bahar. Saya berharap dan kami tunggu realisasi nya," kata Budiyono.

Ketinggian banjir yang terjadi di jalan utama menuju Kecamatan Sungai Bahar tepatnya di Desa Nyogan mencapai 2 meter atau setinggi orang dewasa. Akibat banjir tersebut, hampir seminggu aktivitas masyarakat kami melintasi jalan tersebut menggunakan penyebrangan perahu. “Alhamdulillah saat ini air nya sudah mulai surut, aktivitas masyarakat mulai lancar kembali," ujarnya.

Sementara Staf Perencanaan Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII Sumatra Selatan Pernando, mengatakan dari tinjauannya dilapangan sudah bisa mengetahui langsung kondisi genangan banjir tersebut.

“Hari ini kami ambil visualisasi dan gambar melalui drone dilapangan, memang kondisi sungai ini awalnya rawa-rawa dibuat jalan, mungkin rawa itu terpotong dua kemungkinan adalah penyeimbang antara rawan yang sebelah kiri dan kanannya terpotong oleh jalan itu. Kurang ada penyimbang air sehingga air lebih banyak numpuk di sebelah kiri ulu sehingga menyebabkan kebanjiran," kata Pernando.

Pernando juga mengatakan, apakah ini banjir tahunan atau banjir 5 tahunan atau banjir 10 tahunan melihat kondisi itu sehingga dirinya bisa tahu banjir saat ini adalah banjir 5 tahunan atau 10 tahun.

Karena Sungai Bahar ini adalah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII, Sumatera Selatan bermuara ke sungai Lalan Musi Banyuasin akan ditindaklanjuti.

“Kami akui sangat jarang sekali turun ke Jambi. Ini berkat informasi pak Ivan Wirata kami diperintahkan oleh pimpinan kami di BWSS VIII melihat kondisi dilapangan untuk dilaporkan.Karena data dari Sungai Bahar nol yang masuk ke BWSS VIII Sumatra Selatan. Terkait tinjauan hari ini besar harapan kita bisa direalisasikan untuk diwujudkan," pungkasnya. (Red)









Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama