. PETI Semakin Ganas, Puluhan Dompeng Beroperasi di DAS Merangin, APH Tutup Mata?

PETI Semakin Ganas, Puluhan Dompeng Beroperasi di DAS Merangin, APH Tutup Mata?

PETI Semakin Ganas, Puluhan Dompeng Beroperasi di Aliran Sungai Merangin. (Foto Jampos)

Merangin, Jambi, S24-Praktik pertambangan emas tanpa ijin (PETI) semakin menggagas di wilayah hukum Polresta Merangin. Bahkan puluhan Dompeng beroperasi bebas di aliran sungai Merangin, mulai dari Desa Tanjung Lamin hingga ke Desa Jelatang Kecamatan Pemanng, Kabupaten Merangin, Sabtu pagi (2/9/2023).

Dari penelusuran wartawan, puluhan dompeng rakit/ kapal beroperasi bebas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Merangin. Kerusakan aliran sungai Merangin kelihatan jelas, tampa ada tindakan oleh aparat terkait.

Puluhan dompeng ini beroperasi di Desa  Limbur, Papit,  Desa Karang  Anyar ada juga di Desa Karang Berahi,  tidak beberapa jauh dari Markas Brimob Reser Sarko. Hal ini terjadi sudah lama bertahun. Kerusakan kelastarian sungai sudah sangat mempriharinkan, kehidupan hewan sungai menjadi teracam punah. 

Seharusnya Kapolsek Pemenang dan Polres Merangin bisa tegas menindak pelaku PETI ini. Ada apa?  APH. Seolah olah  oknum aparat tutup mata.
PETI Semakin Ganas, Puluhan Dompeng Beroperasi di Aliran Sungai Merangin.
"Kami yakin Kopolres Merangin yang baru bisa bertidak tegas untuk memberantas Peti yang ada di aliran sungai Merangin ini," ujar salah satu pekerja rakit warga Tanjung Lamin yang lokasi  kerjanya perbatasan dengan Desa Langling.

"Kami berkerja di sini aman pak. Karena kami ada yang bekinggi ini," katanya,     

Seharusnya kebijakan aparat penegak hukum harus sesuai dengan kebijakan pemerintah. Kapolsek Pemenang harus lebih giat lagi cepat  operasi penindakan pelaku Peti yang beroperasi di aliran sungai Merangin. 

Tokoh masyarakat Pamenang  berharap, APH menindak tegas pelaku  Peti di aliran sungai Merangin. "Kami yakin Kapolsek Pamenang  bisa tangkap pelaku  yang merusak sungai Merangin. Jangan biarkan  penambang  emas tampa izin  di Merangin," kata warga setempat.

Kami menduga  Polisi tidak tau  bahwa ada berkerja penambang emas pakai Rakit kapal tu,  tidak tau atau puta pura tidak tau. 

"Saya pribadi kurang yakin pihak APH serius  memberantas Peti ini. Apalagi berantas  BBM  yang di lansir dari pom bensin digunakan  oleh merek untuk aktifitas Peti. Sedangkan masyarakat pengguna BBM susah cari BBM karena BBM di Pom besnin habis di borong pelansir," tambah sumber Jambipos.

Kapolsek Pemenang dan Kapolres Merangin,  didukung oleh Polda Jambi harus  serius memberantas BBM bersupsidi untuk aktifitas Peti. "Kami yakin  APH serius memberantas penambang emas tampa izin di aliran sungai Merangin dari Desa Tanjung Lamin hingga dengan Kelurahan Pemenang. (S24-Tim) 


Berita Terkait:







Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama