. Bentangkan Ulos 1.000 Meter Di Tugu Monas Pj Gubernur Sumut Hassanuddin Sebagai Dorongan Pemerintah Pusat

Bentangkan Ulos 1.000 Meter Di Tugu Monas Pj Gubernur Sumut Hassanuddin Sebagai Dorongan Pemerintah Pusat

Penjabat Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hassanuddin melepas keberangkatan tim pembawa Ulos dengan panjang 1.000 meter yang akan dibentangkan di tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada tanggal (30/10/2023).

MEDAN, S24
- Penjabat Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hassanuddin, Kamis (26/10/2023) melepas keberangkatan tim pembawa Ulos dengan panjang 1.000 meter yang akan dibentangkan di tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada tanggal (30/10/2023).

Hassanudin berharap dengan kegiatan pembentangan Ulos di  Tugu Monumen Nasional (Monas) sebagai dorongan bagi Pemerintah Pusat untuk menetapkan Hari Ulos Nasional dan menjadi warisan budaya nasional bahkan milik dunia.

“Dengan membentangkan Ulos sepanjang 1.000 meter ini untuk memperkenalkan kain khas Batak termasuk Danau Toba, biar masyarakat luas tahu,” ungkap Pj Gubernur Sumut Hassanudin Rabu, (25/10/2023).

Tim pembawa kain Ulos dilepas Hassanuddin menuju Jakarta dari pelataran Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan. Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini menyebut Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya mengangkat seni dan budaya Sumatera Utara dengan program pelestarian budaya.

“Kami akan terus berupaya melestarikan budaya Sumatera Utara. Pelestarian budaya adalah tugas kita semua demi masa depan generasi yang akan datang,” ucap Hassanuddin.

Ketua Panitia Hari Ulos Nasional, Mikhael Siregar mengatakan kain Ulos sepanjang 1.000 meter tersebut mewakili lima puak, yang ada di kawasan Danau Toba. Ulos raksasa yang akan dibawa ke Jakarta tersebut adalah karya masyarakat lokal dan ditenun oleh 15 orang.

“Ulos ini tidak disambung-sambung, ditenun langsung oleh 15 penenun. Penenun ini telah mendapat lisensi pemerintah,” ujar Mikhael.

Mikhael menjelaskan pembentangan Ulos di Monas akan dilakukan pada 30 Oktober 2023. Dia menyebut dalam proses pembentangan kain Ulos di Monas, pihaknya akan berkolaborasi dengan banyak tokoh masyarakat Batak yang ada di perantauan.

“Harapan kami tokoh Batak di Jakarta, juga mendukung kami. Tujuan kami ini juga agar Hari Ulos Nasional dapat ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ungkap Mikhael.

Selain pembentangan Ulos, rombongan Panitia Hari Ulos Nasional juga akan bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Republik Indonesia (RI). Pertemuan tersebut berkaitan dengan upaya untuk mendorong penetapan Hari Ulos Nasional oleh pemerintah pusat.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Yayasan Pusut Buhit Efendy Naibaho, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Naslindo Sirait, Kepla Biro Perekonomian Setdaprov Marulita Hutagalung dan beberapa Pimpinan OPD Provinsi Sumatera Utara lainnya.

Ulos telah menjadi warisan budaya tidak benda nasional oleh Kemendikbud pada 17 Oktober 2014. Hari penetapan tersebut dijadikan sebagai Hari Ulos yang diperingati setiap 17 Oktober. (S24/Red/Fendi Sinabutar).

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama