Pamatangsiantar, S24- Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar dan sekitarnya menggelar Partangiangan Bona Taon di Aula SMP Budi Mulia, Jl. Melanton Siregar No. 160 Pematangsiantar, Minggu, (15/2/2025).

Di tengah hiruk-pikuk kota Pematangsiantar, Aula SMP Budi Mulia, Pematangsiantar, Minggu (15/2/2026) menjadi saksi sebuah perhelatan yang sarat makna. Suara gondang sabangunan menggema, mengiringi langkah-langkah penuh khidmat para peserta Partangiangan Bona Taon Punguan Raja Sitempang, Boru Bere dan Ibebere Kota Pematangsiantar sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai ajang syukuran, silaturahmi, dan pelestarian adat batak serta memperkokoh persatuan keluarga besar pomparan Raja Sitempang di Kota Pematangsiantar. Ribuan anggota pomparan Raja Sitempang dari berbagai penjuru Kota Pematangsiantar sekitarnya menghadiri acara Bona Taon itu.

Prosesi Memasuki Ruangan

Sebelum memasuki ruangan, pengurus, panitia dan seluruh anggota Punguan Raja Sitempang berkumpul di lapangan SMP Budi Mulia Pematangsiantar. Setelah diibuka dengan doa oleh Pdt. Sardi Lamhot Parulian Sitanggang, S.Th peserta memasuki ruangan Aula SMP Budi Mulia Pematangsiantar diiringi dengan lagu Mars Raja Sitempang. 

Pesta Bona Taon Punguan Raja Sitempang dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan ibadah bersama. Panggilan ibadah yang dilanjutkan dengan lagu “Naung salpu taon na buruk i” yang mengalun merdu, dipimpin oleh para song leader berbakat. Ibadah pada perayaan Bona Taon Raja Sitempang tahun 2026 ini dibawakan oleh salah satu pomparan Raja Sitempang, Pdt. Sardi Lamhot Parulian Sitanggang, S.Th

Dalam khotbahnya, Pdt. Sardi Sitanggang mengajak semua untuk bersyukur bisa sampai ke tahun 2026 dan berpikir kedepan bukan berpikir tahun yang lalu, dia juga bercerita tahun 2025 ikut Natal Sitanggang dan tidak lama setelah Natal itu sudah ada dari mereka yang meninggal.

Ditamhahkannya, dalam punguan marga pengurus selalu ada 4 tipe, pertama tipe rajin, tipe malas, tipe sibuk dan tipe tidak peduli untuk punguan, jadi diingatkannya jangan lakukan tipe malas dan tipe tidak peduli dipunguan Raja Sitempang karena kita satu keluarga pomparan Raja Sitempang.

Usai ibadah, suasana berubah menjadi lebih hangat dan akrab saat acara bersalaman satu sama lain.

Bona taon Raja Sitempang pertama tahun 2026 ini mengusung thema, “Kasih Pengikat Persatuan Keluarga Pomparan Raja Sitempang” Sitanggang, Sigalingging, Simanihuruk, Sidauruk, Mpu Bada, dan Garingging”

Subtema, “Membangun Keluarga Marga yang penuh kasih, saling mengampuni dan menopang satu dengan yang lain”.


Laporan Panitia Bona Taon Raja Sitempang 2026

Ketua Panitia Bona Taon Raja Sitempang tahun 2026, Kakden Manihuruk (Op. Otto), menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Raja Sitempang, Pengurus Punguan Purasitabor, Pengurus Punguan Raja Sigalingging, Pengurus Punguan Raja Sidauruk, Pengurus Punguan Mpu Bada dan Pengurus Punguan Garingging yang telah mendukung acara Bona Taon Raja Sitempang sehingga acara ini bisa terlaksana. 

Dijelaskannya, hari ini kelihatan terlihat kasih sayang diantara kita marga Sitanggang, marga Sigalingging, marga Manihuruk, marga Sidauruk, dan marga keturunan Mpu Bada dan Marga Garingging, bisa duduk bersama sesame marga keturunan Raja Sitempang, untuk itu panitia senang dan bahagia. 

Sementara, Ketua Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar, Drs. Halomoan Sitanggang (Op. Audry) dalam sambutannya selain menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus Raja Sitempang, Pengurus Punguan Purasitabor, Pengurus Punguan Raja Sigalingging, Pengurus Punguan Raja Sidauruk, Pengurus Punguan Mpu Bada dan Pengurus Punguan Garingging, menceritakan semenjak berdiri punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar tanggal 12 Nopember 2026 baru sekali ini melaksanakan acara Bona Taon.  

Ditambahkan Halomoan, semua punguan ada pasang surut, banyak sorotan dari anggota, begitu juga kepada pengurus Raja Sitempang Kota Pematangsiantar. Tapi apapun tantangan sebagai pengurus terpilih Punguan Raja Sitempang tetap siap dan tidak akan pernah mudur berkat dukungan keluarga besar Raja Sitempang.

Dijelaskannya, ditengah perjalanan kepanitiaan direncanakan Pesta Bona Taon Raja Sitempang tidak hanya sebagai acara seremonial tapi terlaksana sebagai Pesta Budaya. 

Punguan Raja Sitempang Kota Pematangsiantar secara moral berkewajiban mengujudkan nilai-nilai budaya terutama nilai-nilai budaya ompung kita Raja Sitempang ke generasi penerus. 

Untuk mendukung rencana kegiatan itu, panitia menundang tokoh adat dari Samosir Pinompar ni Raja Sitempang yang bisa menjelaskan Tarombo Raja Sitempang. Diharapkan dengan penjelasan Tokoh adat dari Samosir yang lebih menguasai Tarombo, sehingga tidak ada lagi tawar menawar tentang Tarombo Raja Sitempang.

Manjalo Tua Ni Gondang

Tokoh Adat dari Samosir, Dongan P. Sitanggang yang biasa dipanggil Kombur Adat memandu acara Manjalo Tua Ni Gondang, sebuah ritual adat yang sarat makna. Dongan meminta pargondang untuk memohon kepada Tuhan supaya diberikan berkat, mendoakan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan bagi seluruh pomparan Raja Sitempang di Kota Pematangsiantar.

Sada Panganan

Dongan Sitanggang juga mengajak keluarga besar Punguan Raja Sitempang yang hadir di acara Bona Taon itu menikmati makanan yang sudah disiapkan panitia di tempat SAPA. 

Sapa Bolon atau Sada Panganan Bolon adalah piring kayu tradisional Batak berdiameter 30-40 cm, yang melambangkan kebersamaan dan berkat, yang digunakan saat makan bersama dalam keluarga untuk menyantap dengke na hinongkoman (ikan mas arsik) untuk tolak bala. 

Sapa menyimbolkan persatuan, di mana jumlah ikan harus sama dengan anggota keluarga, melambangkan keharmonisan dan solidaritas, tambahnya. 

Sapa juga merepresentasikan salah satu bentuk penghormatan dalam adat, di mana makanan yang disajikan adalah perwujudan syukur kepada Yang Mahakuasa.

Ritual itu diiringi musik gondang yang mengalun syahdu, membuat keluarga besar Raja Sitempang terhanyut dalam suasana haru dan kebanggaan akan warisan budaya yang harus di lestarikan, tutupnya.(S24-Red)