. Rakor Bencana Nasional : Kampung Tangguh Berperan Penting Turunkan Kasus Covid-19 di Indonesia

Rakor Bencana Nasional : Kampung Tangguh Berperan Penting Turunkan Kasus Covid-19 di Indonesia

Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meninjau Kampung Tangguh Nusantara Tegep Mandiri di Desa Badau, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (2/9/20). (Foto : Matra/PemprovBabel)

(Matra, Jambi) – Kampung tangguh yang dibangun di berbagai daerah di Indonesia memiliki peran penting mencegah dan mengendalikan penularan Covid-19. Sebagai satuan terkecil pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di tengah masyarakat, kampung tangguh memiliki manfaat besar mendisiplinkan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, khususnya 3T, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak.

Melalui pembentukan kampung tangguh, wilayah desa dan kelurahan memiliki Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan, sehingga warga masyarakat benar- benar peduli terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid-19.

Demikian salah satu pokok pikiran yang mengemuka pada talk show (diskusi) virtual Sesi II Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana bertajuk “Tangguh Hadapi Bencana” di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Turut berbicara pada kesempatan tersebut, Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldy Rosman, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, Heru Cahyono, Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  Daeng M Faqih dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Barat, Derek Ampnir, SSos, MM.

Sekda Pemprov Jawa Timur mengatakan, Heru Cahyono pada kesempatan tersebut mengatakan, pembentukan kampung tangguh sebagai bagian dari PPKM mikro di Jawa Timur cukup berhasil menurunkan kasus Covid-19 di daerah tersebut. Berdasarkan evaluasi PPKM mikro di Provinsi Jawa Timur, Senin (8/3/2021), kasus Covid-19 di daerah itu menurun dari 800 – 1.100 kasus sebelum PPKM mikro menjadi 300 – 500 kasus setelah PPKM mikro. Sedangkan kasus meninggal akibat Covid-19 di Jawa Timur juga menurun dari 60 – 80 kasus sebelum PPKM mikro menjadi 20 – 30 kasus setelah PPKM mikro.

“Kampung tangguh sebagai bagian satuan terkecil PPKM mikro di masyarakat cukup berperan meningkatkan partisipasi masyarakat di Jawa Timur mencegah dan menanggulangi penularan Covid-19, khususnya dalam pelaksanaan protokol kesehatan,”katanya.

Dijelaskan, sejak dibentuk Juni 2020, jumlah kampung tangguh di Jawa Timur sudah mencapai 5.400 desa/kelurahan. Menghadapi bulan Ramadhan nanti, peran kampung tangguh akan terus ditingkatkan mencegah penularan Covid-19.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (dua dari kiri) meresmikan Kampung Tangguh Semeru dalam rangka pengendalian Covid-19 di Kota Probolonggo, Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/6/2020). (Foto : Matra/PemprovJawaTimur)

Partisipasi

Sementara itu, Gubernur Babel, Erzaldy Rosman pada kesempatan tersebut mengatakan, kampung tangguh juga memilkiki peran penting mengendalikan penularan kasus Covid-19 di Babel. Kehadiran kampung tangguh membuat warga masyarakat di daerah itu lebih terkordinir dan lebih partisipatif dalam pencegahan Covid-19, terutama melalui pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kampung tangguh di Babel dibentuk lebih banyak di seluruh wilayah Babel melalui kerja sama dengan jajaran Polri, TNI, pemerintah daerah, dinas instansi terkait dan pemerintah desa/kelurahan. Kehadiran kampung tangguh ini membuat kasus Covid-19 di Babel menurun,”katanya.

Menurut Erzaldy Rosman, pihaknya sempat memperlombakan kampung tangguh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat mencegah dan menanggulangi Covid-19. Hadiah lomba tersebut juga cukup besar, yakni satu unit mobil ambulan.

“Namun disayangkan, seusai lomba,  keseriusan warga masyarakat mempertahankan program kampung tangguh menurun. Hal tersebut membuat kasus Covid-19 di Babel meningkat lagimulai Januari 2021,”katanya.

Erzaldy Rosman lebih lanjut mengatakan, Provinsi Babel terus meningkatkan percepatan penanganan Covid-19. Di saat awal meningkatnya kasus Covid-19 di Babel, Pemprov Babel langsung melakukan uji PCR (swab) untuk menekan kasus Covid-19. Sedangkan saat ini, Pemprov Babel berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 kendati persediaan vaksin di daerah itu terbatas.

Dijelaskan, langkah-langkah yang dilakukan Pemprov Babel mempercepat penanggulangan Covid-19, yaitu pembentukan tim terpadu vaksinasi, vaksinasi missal tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN), vaksinasi terhadappara pedagang di pasar-pasar tradisional dan vaksinasi terhadap nelayan dan petani.

“Percepatan vaksinasi di Babel saat ini agak terhambat karena jatah vaksin untuk Babel relatif terbatas. Karena itu kami meminta kepada Pemeirntah Pusat untuk menambah jatah vaksin dan mempercepat distribusi vaksin ke Babel,”katanya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Papu Barat, Derek Ampnir, SSos, MM mengatakan, pihaknya mengintensifkan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Papua Barat melalui berbagai kegiatan. Di antaranya distribusi masker ke setiap desa dan menterjemahkan kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 dari bahasa Indonesia ke berbagai bahasa daerah/lokal di Papua Barat.

Khusus distribusi makser, lanjutnya, Pemprov Papua bekerja sama dengan PT Pos Indonesia Papua Barat mendistribusikan masker ke desa-desa. Jumlah masker yang disiapkan untuk dibagi secara gratis ke seluruh masyarakat Papu Barat, termasuk ke desa-desa mencapai satu juta buah masker.

Selain itu, tambahnya, untuk mengendalikan Covid-19 di Papua Barat, kami juga meningkatkan tracing (penelusuran), tracking (pelacakan), testing (pengujian), physical distancing (pembatasan sosial) dan pengendalian mobiliutas warga masyarakt. Kemudian Pemprov Papua Barat juga terus berupaya meningkatkan disiplin pelaksanaan protokol kesehatan.

“Salah satu strategi khusus membangun kebersamaan masyarakat Papu Barat menanggulangi Covid-19, yakni doa bersama setiap jam 12.00 WIT siang. Seluruh warga Papua Barat dihimbau berdoa beberapa menit setiap jam 12.00 siang setiap hari di mana pun mereka berada. Baik di jalan raya, di ladang, tempat kerja dan tempat lainnya. Melalui doa kami berupaya membangkitkan semangat bersama mengatasi Covid-19,”ujarnya.  

Dijelaskan, di Papua Barat masih ada beberapa kabupaten yang berstatus zona hijau Covid-19. Sedangkan ketersediaan tenaga kesehatan di daerah itu untuk menangani Covid-19 mencapai 983 orang dan dua rumah sakit rujukan Covid-19. (Matra/AdeSM)



Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama