. Rakor Bencana Nasional : Kasus Kematian Tenaga Kesehatan di Indonesia Turun 63 %

Rakor Bencana Nasional : Kasus Kematian Tenaga Kesehatan di Indonesia Turun 63 %

Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih. (Foto:Matra/Ist)

(Matra, Jambi) – Kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat Covid-19 di Indonesia dua bulan terakhir menurun hingga 63 % menyusul meningkatnya perlindungan terhadap nakes dari penularan Covid-19. Salah satu perlindungan nakes yang berperan besar menyelamatkan nakes dari Covid-19, yaitu vaksinasi Covid-19. Jumlah nakes yang sudah divaksinasi di Indonesia saat ini mencapai 1,3 juta orang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih pada talk show (diskusi) virtual Sesi II Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana bertajuk “Tangguh Hadapi Bencana” di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Menurut Daeng M Faqih, jumlah nakes (dokter dan perawat) yang meninggal akibat Covid-19 total dokter yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 – Februari 2021 mencapai 325 orang dan perawat sekitar 200 orang. Sedangkan jumlah nakes yang meninggal akibat Covid-19 pada Desember 2020 sebanyak 132 orang.

Kemudian dokter dan perawat yang meninggal akibat Covid-19 Januari 2021 mencapai 167 orang. Sedangkan pada Februari 2021, jumlah dokter dan perawat yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia berkurang menjadi 61 orang.

“Jadi penurunan jumlah nakes yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia satu bulan terakhir mencapai 63 %. Penurunan jumlah nakes yang meninggal akibat Covid-19 ini dipengaruhi vaksinasi dan peningkatan perlindungan terhadap nakes di tempat kerja. Jumlah nakes yang sudah divaksinasi hingga Maret ini mencapai 1,3 juta orang,”katanya.

Dikatakan,  strategi yang dilakukan IDI di seluruh Indonesia melindungi nakes dari penularan Covid-19, yaitu meningkatkan protokol kesehatan di tempat pelayanan kesehatan, penyediaan obat khusus bagi nakes, memberikan kemudahan evakuasi dan rawat inap bagi nakes yang terpapar Covid-19 serta bantuan uji swab (PCR) untuk nakes.

“Selain itu perlindungan nakes juga dilakukan melalui penguatan pendekatan penurunan viral load seperti penggunaan masker yang baik, peningkatan imunitas melalui pemberian obat dan vaksinasi,  meningkatkan peran daerah melindungi nakes dan peningkatan pendekatan tata laksana penanganan Covid-19,”katanya.

Sementara itu, Direktur Utama (Chief Executive Officer/CEO) PT Biofarma Bandung, Jawa Barat, Honesti Basyir, ST, MM pada kesempatan tersebut mengatakan, Indonesia terus meningkatkan pengadaan vaksin.  PT Biofarma kini masih terus melanjutkan produksi vaksin dari berbagai jenis, baik vaksin Sinovac, Astrazeneca, moderna dan novavax.

Dikatakan, Indonesia kini menjadi salah satu dari 60 negara di dunia yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara besar-besaran. Vaksinasi di Indonesia dilakukan secara jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
 
Menurut Honesti Basyir, pengadaan vaksin du dunia cukup sulit karena permintaan vaksin tidak sebanding dengan produksi vaksin. Kebutuhan vaksin Covid-19 di dunia mencapai puluhan miliar dosis. Sementara produksi vaksin dunia saat ini maksimal tujuh miliar dosis.

“Karena itu perasingan negara-negara di dunia mendapatkan vaksin sangat ketat. Biasanya negara-negara besar bermodal kuat seperti Amerika Serikat lebih mampu memborong vaksin, sehingga negara lain tidak mendapatkan vaksin,”katanya. (Matra/AdeSM)


Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama