. Objek Wisata Danau Sipin Kota Jambi, Riwayatmu Kini…!!!

Objek Wisata Danau Sipin Kota Jambi, Riwayatmu Kini…!!!



 

Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi termasuk salah satu objek wisata potensial. Namun objek wisata itu hingga kini belum dikelola. Danau Sipin hingga kini masih lebih banyak dimanfaatkan warga sekitar menjadi tempat mencari ikan. Warga Kota Jambi mencari ikan menggunakan tangkul (jaring bertangkai) di Danau Sipin, baru-baru ini. (PesonaJambi.net/Rds)

(Matra, Jambi) – Danau Sipin termasuk salah satu kawasan perairan yang memiliki potensi wisata di Kota Jambi. Danau yang memiliki luas sekitar luas sebesar 42 hektare (ha) dan persis berada di belakang kantor Gubernur Jambi dan di semping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi tersebut memiliki panorama yang cukup elok. 

Danau Sipin yang sangat dekat dengan permukiman penduduk tersebut cukup enak dipandang siang dan malam hari karena di sekitarnya masih banyak ditumbuhi pepohonan. Kemudian di sekitar Danau Sipin juga terdapat perkampungan penduduk Melayu Jambi yang memiliki rumah – rumah panggung khas tradisional Jambi.

Namun keelokan Danau Sipin yang dekat dengan pusat – pusat keramaian di Kota Jambi tersebut hingga kini belum dikelola dengan baik. Danau yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari tersebut selama ini hanya banyak dimanfaatkan warga sebagai lokasi usaha keramba ikan.

Sarana – dan prasarana wisata di sekitar Danau Sipin belum tersedia. Kemudian Danau Sipin juga masih banyak ditumbuhi gulma. Karena itu Danau Sipin hingga kini belum dijadikan warga Kota Jambi menjadi salaha satu pilihan untuk berwisata atau rekreasi.
Semasa kepemimpinan Gubernur Jambi, H Abdurrahman Sayoeti (1990 – 1999), Danau Sipin sudah pernah dikembangkan menjadi salah satu objek wisata utama di Kota Jabi. Saat itu sudah dibangun sebuah restoran, Restoran Batanghari di pinggir Danau Sipin. Namun program pengembangan objek wisata Danau Sipin terhenti setelah terjadinya pergantian Gubernur Jambi.  
Panorama Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi yang indah. Sayang objek wisata tersesebut hingga kini masih dibiarkan telantar. (Matra/Ist)


Tercemar Limbah

Terabaikannya pengembangan objek wisata Danau Sipin selama ini menjadikan objek wisata tersebut telantar. Bahkan kini objek wisata kini semakin mengalami pencemaran lingkungan. Air Danau Sipin kini diduga sudah tercemar limbah.

Ketua Komisi III (bidang kesejahteraan rakyat) DPRD Kota Jambi, Junaidi Singarimbun baru-baru ini mengatakan, pencemaran limbah menjadi salah satu kendala dalam pengembangan Danau Sipin menjadi objek wisata. Danau Sipin diduga menjadi lokasi pembuangan limbah rumah sakit dan limbah rumah tangga, sehingga air danau tersebut tercemar. Karena itu objekwisata itu jarang dikunjungi warga untuk berekreasi.

Menurut Junaidi, Danau Sipin memiliki potensi wisata cukup menarik. Bila dikelola dengan bai, objek wisata itu bisa menjadi tempat rekreasi bagi warga seperti taman-taman rekreasi lain di Kota Jambi.

“Jika Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi hendak menjadikan Danau Sipin menjadi salah satu objek wisata andalan, maka persoalan limbah yang mencemari Danau Sipin harus segera ditanggulangi,”katanya.

Secara tepisah Wali Kota Jambi, Syarif  Fasha dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Jambi, M Syukur mengakui bahwa Danau Sipin memang tercemar limbah. Limbah tersebut berasal dari limbah rumah sakit dan limbah rumah tangga yang ada di sekitar danau tersebut.

“Beberapa anak sungai di Kota Jambi, antara lain Sungai Putri, Sungai Teluk Kenali dan Sungai Baganpete mengalir ke Danau Sipin. Warga dan rumah sakit membuang limbah ke anak-anak sungai tersebut. Akhirnya limbah rumah sakit dan rumah tangga mengalir ke Danau Sipin. Berdasarkan penelitian yang kami lakukan baru-baru ini, air Danau Sipin tercemar limbah,”kata M Syukur.

Menurut M Syukur, untuk mengatasi pencemaran limbah di Danau Sipin, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pengolahan limbah rumah sakit dan industri yang ada di sekitar Danau Sipin. Selain itu pihaknya juga melakukan pembinaan kepada pihak rumah sakit dan masyarakat sekitar agar jangan membuang limbah ke Danau Sipin dan  anak-anak sungai yang ada di sekitar danau tersebut.
Usaha keramba ikan atau jaring apung yang hingga kini berkembang di objek wisata Danau Sipin, Kecamatan Telaniapura, Kota Jambi. Objek wisata itu belum dilirik wisatawan karena belum dikelola dengan baik.  (Matra/Ist)

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha ketika mengunjungi Danau Sipin dan Pulau Pandan baru-baru ini berjanji akan membangun Danau Sipin menjadi  destinasi atau daerah tujuan wisata menarik. Rencananya, Pemkot Jambi sudah menganggarkan dana Rp 3,5 miliar untuk membangun objek wisata Danau Sipin. Pembangunan objek wisata Danai Sipin nantinya diharapkan mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Sementara itu seorang pengamat lingkungan di Kota Jambi, Dodi Fabri mengatakan, Danau Sipin memang semakin mengalami degradasi (penurunan) fungsi lingkungan. Hal tersebut ditandai dengan fluktuasi (perubahan) debit air antara musim kemarau dan musim hujan.

Danau Sipin  yang memiliki kedalaman 10-14 meter pada musim ujan dam kedalaman 5 - 8 m musim kemarau semakin sering mengalami pendangkalan. Pendangkalan alur sungai ke Danau Sipin dan pendangkalan di danau itu sendiri kapasitas penampungan air danau itu terbatas. Erosi lahan juga menyebabkan pendangkalan dan penyempitan danau tersebut.

“Kemudian aktivitas manusia dalam mengekploitasi danau, yakni usaha keramba ikan, penggunaan alat transportasi bermesin, pembuangan limbah rumah tangga, industri dan pertanian juga merusak ekosistem Danau Sipin,”katanya.

Segera Benahi

Melihat kondisi lingkungan Danau Sipin saat ini yang semakin memprihatinkan, hendaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi sudah perlu menaruh perhatian khusus terhadap objek wisata yang telantar tersebut. Untuk mengembangkan Danau Sipin menjadi objek wisata adalan di Kota Jambi, Pemkot Jambi dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi perlu mengatasi pencemaran limbah di danau tersebut.

Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana wisata di sekitar Danau Sipin juga perlu segera dilakukan seperti yang dilakukan pada era kepemimpinan Gubernur Jambi, H Abdurrahman Sayoeti. Kalau Pemkot Jambi mampu membangun taman-taman rekreasi di beberapa tempat di Kota Jambi seperti taman rekreasi Pedestrian Jomblo di kawasan kantor Wali Kota Jambi, tentunnya Pemkot Jambi juga mampu membangun Danau Sipin menjadi tempatrekreasi primadona bagi warga Jambi. Semoga.***(Rds/DariBerbagaiSumber) 
Peta Danau Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. (Matra)

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama