. Jambi Targetkan Penurunan Kasus Stunting Hingga 12 %

Jambi Targetkan Penurunan Kasus Stunting Hingga 12 %


Wakil Gubernur Jambi, H Abdullah Sani (tengah) pada rapat kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi di Hotel Abadi Suite dan Tower Jambi, Kota Jambi, Rabu (20/7/2022). (Foto : Matra/KominfoJambi).

(Matra, Jambi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menargetkan penurunan kasus stunting (kegagalan pertumbuhan anak akibat gizi buruk) dari 21,03 % hingga 12 % tahun 2024 nanti. Target penurunan stunting di Jambi tersebut berada di bawah target penurunan stunting secara nasional untuk periode yang sama sekitar 14 %.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jambi, Drs H Abdullah Sani, MPdI pada rapat kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi di Hotel Abadi Suite dan Tower Jambi, Kota Jambi, Rabu (20/7/2022).

Menurut Abdullah Sani, untuk mencapai target penurunan angka stunting hingga 12 % tersebut, Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi diminta melakukan aksi penurunan stunting secara intensif dan menyeluruh di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. 

Abdullah Sani mengapresiasi upaya berbagai pihak di Jambi yang telah berperan serta berupaya menurunkan kasus stunting. Baik upaya penanganan stunting langsung di lapangan maupun dalam mengikuti berbagai rapat atau pertemuan penanganan stunting.

“Saya juga mengapresiasi seluruh peserta rapat kerja penanganan stunting ini. Kegiatan ini sangat penting dan mendesak sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Rapat kerja ini juga sebagai kelanjutan kesepakatan pertemuan silaturahmi sebelumnya, 2 Juni 2022 di Bappeda Provinsi Jambi,”ujarnya.

Abdullah Sani mengungkapkan, sebelum rapat kerja tersebut, Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi telah melaksanakan rapat kerja internal dengan agenda penyusunan rencana aksi dari setiap masing masing bidang.

“Semoga rapat kerja ini lebih meningkatkan koordinasi dan sinergisitas seluruh Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi. Dengan demikian proses evaluasi dan audit data kasus stunting dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Abdullah Sani meminta seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi memaksimalkan daya upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Jambi. Dia juga meminta agar pelaksanaan kerja tim semakin nyata dan dapat menyentuh langsung kepada kelompok sasaran, yaitu anak maupun keluarga yang berisiko stunting. 

Menurut Abdullah Sani, melalui kerja efektif, konvergen (terpusat) dan terintegrasi, seluruh Satuan Tugas (Satgas) Stunting Provinsi Jambi, Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi hingga tingkat desa/kelurahan dapat melaksanakan percepatan penanganan stunting dengan maksimal.

Dikatakan, upaya penanganan stunting tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab Tim Percepatan Penunurnan Stunting Provinsi Jambi. Tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pihak dan setiap elemen masyarakat. 

“Gubernur Jambi sudah menandatangani surat edaran tentang Dukungan Dunia Usaha dalam Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Jambi. Karena itu seluruh pihak harus menangani stunting dengan kerja keras dan kerja cerdas agar hasilnya lebih nyata,”tegasnya.

Abadullah Sani mengharapkan penanganan kasus stunting dapat dilakukan secara bersama-sama, menjadi upaya kolektif yang dilakukan dengan segenap daya dan upaya. Dengan demikian tidak ada lagi anak-anak di Provinsi Jambi, generasi harapan masa depan yang mengalami stunting. 

“Kita semua berharap kegiatan ini membawa perubahan yang baik dalam rangka percepatan penurunan stunting di Provinsi Jambi,”katanya.
Gubernur Jambi, H Al Haris (kiri) mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi di Hotel Abadi Suite Jambi, Kota Jambi, Selasa (19/7/2022) malam. (Foto : Matra/KominfoJambi).

Pengukuhan Tim

Sementara itu, Gubernur Jambi, Dr H Al Haris, SSos, MH mengukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi di Abadi Suite Hotel Jambi, Selasa (19/7/2022) malam. Pada acara tersebut, Al Haris meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting Jambi dapat  bekerja secara maksimal menurunkan angka stunting di Provinsi Jambi.

Dikatakan, salah satu tujuan pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi, yaitu meningkatkan kerja sama seluruh elemen melakukan percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Jambi. Salah satu kunci keberhasilan menekan angka stunting, yaitu kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen (pihak terkait).

Al Haris meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi harus bergerak secara cepat dan massif agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tim harus bergerak secara masif sampai tingkat masyarakat bawah. Tim harus menyisir semua data anak stunting hingga ke desa-desa maupun kelurahan. Dengan demikian seluruh anak-anak yang mengalami stunting dapat ditangani dengan baik, terutama melalui pemberian makanan bergizi dan obat-obatan.

Menurut Al Haris, Pemprov Jambi saat ini sedang mempersiapkan pola penanganan untuk menekan angka stunting. Pola tersebut, yakni mengerahkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Jambi memberikan edukasi terkait stunting kepada orang tua. Edukasi tersebut mengenai pola asuh maupun pola makan dalam keluarga, sehingga anak bisa terhindar dari stunting.

“Kami juga akan mempersiapkan logistik bagi kebutuhan anak stunting. Tim kesehatan dipersiapkan mengecek kondisi kesehatan orang tua dan anak stunting. Hal ini merupakan wujud nyata kepedulian kami menekan angka stunting,”ujarnya.

Sementara berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2018 yang dihimpun medialintasumatera.com (Matra) baru-baru ini, angka prevalensi stunting pada balita di Provinsi Jambi masih di atas standar organisasi badan kesehatan dunia (World Health Organization/WHO), yakni 30,1 %. 

Prevalensi stunting tertinggi di Jambi berada di Kabupaten Tanjungjabung Barat, yakni sekitar 44 % dan Kabupaten Kerinci sekitar 42,4%. Sedangkan prevalensi stunting di Kabupaten Sarolangun sebesar 18,8 %. Namun berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) Tahun 2019, prevalensi stunting di Provinsi Jambi sekitar 21,03 % dan menjadi provinsi terbaik V se-Indonesia dalam penurunan prevalensi stunting. 

Pemerintah Pusat menetapkan target penurunan prevalensi stunting di Provinsi Jambi tahun ini hingga 16 %. Sedangkan tahun 2024, prevalensi stunting di Jambi bisa diturunkan menjadi 14 %. (Matra/AdeSM).

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama