. Berteriak Ganjar di Depan Jokowi, Cara Rakyat Mengungkapkan Kekecewaan Diri

Berteriak Ganjar di Depan Jokowi, Cara Rakyat Mengungkapkan Kekecewaan Diri

Berteriak Ganjar di Depan Jokowi, Cara Rakyat Mengungkapkan Kekecewaan Diri.


Pada awalnya dia adalah simbol kemenangan kedaulatan rakyat setelah berpuluh puluh tahun negeri ini dikuasi oleh para elit. Jokowi merupakan merupakan fenomena baru yang memutus mitos bahwa hanya dari kelas elit dapat berkuasa. Maka tak heran tokoh politisi dari PDI Perjuangan selalu mengkampanyekan bahwa Jokowi adalah kita, kita adalah Jokowi.

Jokowi hadir dan  mampu membawakan diri menyatu dengan rakyat tanpa batas kelas. Rakyat bangga dengan pemimpinnya karena rakyat merasa bahwa Jokowi adalah manifestasi dari dari dirinya.

Gelar dan julukan diterima Jokowi dari masyarakat adat, bahkan suku Dayak menganggap Jokowi adalah raja mereka. Orang-orang Papua menjuluki Jokowi dengan bapaknya orang Papua.

Rakyat tak pernah berubah cara mencintai pemimpinnya. Jokowi pemimpin Indonesia yang dipilih secara demokratis, rakyat membentuk relawan memenangkan Jokowi tanpa komando tidak ada perintah dari siapapun mereka berjuang dengan tulus.

Rakyat hanya ingin negeri ini damai aman dan tentram, rakyat sebenarnya tidak butuh bansos yang rakyat butuhkan negara ini aman yang berefek pada pertumbuhan ekonomi. Rakyat hanya butuh lapangan kerja untuk menghidupi keluarganya. Rakyat butuh sekolah gratis yang berkualitas

Tapi nampaknya pemerintah Jokowi lupa pentingnya sekolah bagi anak bangsa. Sekolah – sekolah negeri dibiarkan bubar karena animo masyarakat lebih suka menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta berbiaya mahal. Pemerintah Jokowi membiarkan sekolah negeri kekurangan guru yang berdampak pada kualitas pendidikan.

Di berbagai daerah, kepala sekolah mengangkat guru honorer dengan penghasilan dua ratus ribu rupiah sampai tiga ratus ribu rupiah. Mereka yang berjasa mempertahankan sekolah yang minim guru, biaya, dan perhatian. Namun pada tahun ketiga masa jabatannya Jokowi membuat terobosan mengangkat guru PPPK setelah banyak sekolah negeri terpuruk. Guru honorer tetap menderita.

Dalam segala kondisi rakyat tetap mencintai Jokowi dan rakyat terus berfikir positif terhadap apa yang dilakukan Jokowi, rakyat masih terus menduga bahwa Jokowi masih tetap bersama rakyat pemilihnya.

Tiba tiba rakyat dikejutkan putusan MK yang mengubah aturan umur capres cawapres. Nama anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi pergunjingan politik paling mengguncang di akhir tahun 2023.

Gibran dipaksakan menjadi cawapres berpasangan dengan Prabowo. Jokowi merestui, bahkan melakukan berbagai upaya untuk memenangkannya. Pada titik inilah rakyat baru sadar dan terbangun dari mimpi panjangnya bahwa Jokowi telah berubah prinsip justru di ujung masa jabatannya.

Pembajakan konstitusi bukan mimpi, terang terangan di depan rakyat demi ambisi kekuasaan dalam satu tarikan nafas. Rakyat kecewa dan rakyat marah namun rakyat tak punya daya, hanya dapat berkspresi di depan Jokowi dengan menujukkan ketidaksukaannya pada Jokowi dan keluarga. Rakyat hanya dapat berteriak di depan iring-iringan rombongan Jokowi, Pak Jokowi kita Bersama Ganjar, teriakan Ganjar….Ganjar…….

Kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di hati Jokowi ketika rakyat meneriakkan Ganjar……….Ganjar…..Ganjar…….. kita hanya berharap Jokowi mampu melakukan otokritik, meskipun matahari sudah mulai tergelincir di ufuk.***

Berita Lainya

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama