![]() |
| Petugas dari Polres Humbahas tengah mengevakuasi korban meninggal akibat banjir bandang Panggugunan, Kec. Pakkat. (IST) |
Humbang Hasundutan, S24 - Banjir bandang yang melanda Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025) hingga Kamis pagi (27/11/2025), menimbulkan korban jiwa serta kerusakan rumah warga.
Dari 11 orang yang dilaporkan hilang, dua ditemukan meninggal dunia, empat mengalami luka berat, dan lima lainnya masih dalam pencarian.
Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty melalui Wakapolres Kompol Manson Nainggolan menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim gabungan dari Pemkab Humbahas, TNI, relawan, dan unsur terkait telah berada di lokasi kejadian sejak pagi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
“Dua korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Beres Sihotang dan Juniati Silaban. Empat warga lainnya mengalami luka berat namun belum teridentifikasi. Lima korban lainnya masih dalam pencarian,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu sore.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang turut merusak delapan unit rumah warga dan menyeret satu unit mobil. Material lumpur dan kayu yang terbawa arus juga menutup sejumlah akses jalan sehingga menghambat proses evakuasi.
Menurut Manson, curah hujan yang masih sangat tinggi di wilayah Pakkat menyebabkan pencarian korban terkendala. Kondisi tanah labil, arus air meningkat, serta jarak pandang terbatas membuat tim gabungan harus berhati-hati dalam bekerja.
“Hingga sore ini, situasi di lapangan masih ekstrem sehingga pencarian belum bisa dilakukan secara maksimal. Namun tim tetap siaga dan akan melanjutkan penyisiran begitu kondisi memungkinkan,” katanya.
Personel Polres Humbahas juga membantu warga terdampak untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman dari potensi banjir susulan. Manson mengimbau masyarakat yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir agar meningkatkan kewaspadaan.
“Segera mengungsi jika melihat tanda-tanda bahaya dan ikuti arahan petugas di lapangan. Kami berharap curah hujan dapat segera menurun agar proses pencarian korban yang hilang dapat dilanjutkan secara optimal,” pungkasnya.(S24-Red)


0Komentar