Agam, S24 - Situasi memprihatinkan masih terjadi di lokasi bencana galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Belasan jenazah hingga Senin pagi masih terbaring di dalam masjid. Sebagian belum teridentifikasi dan belum dapat dievakuasi karena akses jalan menuju lokasi tertutup total akibat material longsoran.
Dua jenazah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dan dibawa langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Padang, untuk proses identifikasi serta pemulasaraan lebih lanjut.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana penuh keharuan. Deretan jenazah warga menjadi gambaran besarnya dampak bencana yang menimpa wilayah Sumatera Barat.
Hingga saat ini, tim gabungan masih mencari sekitar 300 warga yang dilaporkan belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan bersama upaya pembukaan akses jalan dan pendistribusian bantuan logistik serta layanan kesehatan ke titik-titik terdampak.
Wakil Gubernur Sumatera Barat yang meninjau langsung lokasi bencana menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut.
“Ini duka yang sangat dalam bagi Sumatera Barat. Kita akan terus berjuang sampai semua korban ditemukan dan setiap keluarga mendapatkan kepastian,” ujarnya dengan suara bergetar.
Di tengah proses evakuasi yang berat, sejumlah keluarga masih berupaya mencari anggota keluarga mereka, sementara sebagian lainnya baru mengenali korban. Meski begitu, semangat gotong royong antarwarga, relawan, dan petugas tidak surut.
Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan evakuasi, identifikasi korban, dan memastikan seluruh jenazah mendapatkan penanganan yang layak.
Pihak berwenang juga mengharapkan doa dan dukungan masyarakat agar operasi pencarian berjalan lancar serta keselamatan seluruh petugas di lapangan tetap terjaga.(S24-Red)


0Komentar