Medan, S24 - Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak dini hari, Kamis (27/11/2025), menyebabkan sejumlah kawasan kembali terendam banjir. Genangan kali ini bahkan disebut warga lebih parah dibanding hari sebelumnya, dengan air masuk ke rumah, jalan raya lumpuh, dan aktivitas warga terganggu.

Pdt Grubert KD Manihuruk Kamis pagi melaporkan, sejumlah rumah dan gereja yang terendam banjir di Kota Medan diantaranya, GKPS Sambu Baru, Rumah Pdt Resort Medan Barat, rumah Pdt GKPS Martubung, Padang Bulan Jalan Sembada, dekat rumah Pdt Cami Haloho, GKPS Martubung dan warga mengungsi di gareja. Banjir juga melanda wilayah Simalingkar Jalan Lada, Kampung Lalang dan sejumlah wilayah laiannya.


Di Medan Marelan, air mulai memasuki pemukiman sekitar pukul 03.30 WIB. “Hujan juga belum reda,” ujar Dewi, warga setempat. Kondisi itu dibenarkan Ahmad yang menyebut rumah-rumah di lingkungannya kini turut terendam. “Ini udah masuk semua. Padahal nggak pernah banjir,” katanya.

Di kawasan Pasar 2 Barat dan Pasar 2 Tengah, warga bernama Toro menilai banjir kali ini merupakan yang terparah. “Biasanya nggak sampai masuk ke rumah,” ujarnya.

Video amatir yang diterima redaksi memperlihatkan genangan air meluap di Jalan Dr Mansyur dan sekitarnya. Air menutup badan jalan, membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas.

Kenaikan air juga terjadi di Komplek Flamboyan. “Seberang komplek kami air gak pernah naik, ini sudah sampai ke komplek. Kemungkinan rumah di arah Flamboyan pasti tenggelam,” kata Dedy, warga sekitar.

Situasi serupa terlihat di Jalan Gatot Subroto, Titipapan, yang sudah terendam sejak subuh. “Air naik dari subuh tadi,” ujar Idel. Laporan terbaru juga menyebutkan Lorong Harapan, kawasan S. Parman, ikut tergenang akibat luapan Sungai Babura.

Di Griya Martubung, warga menggambarkan kondisi banjir sebagai “parah”, sementara akses menuju Medan dari arah Tanjung Anom dilaporkan terputus total karena seluruh jalur terendam.

Video lain memperlihatkan pengendara nekat menerobos banjir di Kampung Lalang, di tengah hujan deras yang masih mengguyur. Pemadaman listrik sejak pagi dilaporkan terjadi di beberapa titik.

Usri, warga Pasar 3 Tembung, menilai banjir semakin parah akibat pengerukan parit yang belum dituntaskan. “Air hujan nggak bisa lari ke parit karena tanah bekas korekan belum diangkat. Air masuk rumah-rumah orang, lebih parah dari kemarin,” jelasnya.

Dampak banjir juga dirasakan dunia pendidikan. Sejumlah sekolah memilih meliburkan siswa demi keselamatan. “Sebagian sekolah meliburkan diri,” kata Binsar, salah seorang warga.

Hingga berita ini ditayangkan, hujan masih mengguyur beberapa kawasan di Medan. Warga diimbau tetap waspada, mematikan aliran listrik pada rumah yang sudah terendam, serta menjauhi daerah sekitar sungai yang debitnya terus meningkat. (S24-AsenkLee)