![]() |
Tapanuli Utara, S24 – Akses utama penghubung Tarutung–Sibolga lumpuh total setelah longsor besar menimbun seluruh badan jalan pada Rabu (26/11/2025). Material tanah dan batu yang menutup jalur strategis tersebut membuat arus logistik bantuan menuju wilayah terdampak banjir di Sibolga tak bisa bergerak.
Melihat kondisi kritis ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara, Hendra D. Siregar, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berlangsung cepat.
Ia didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Hardy Siahaan, serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten. Sebanyak empat unit alat berat langsung dikerahkan guna menyingkirkan material longsor. Tindakan cepat ini merupakan arahan langsung Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang meminta percepatan pembukaan akses agar bantuan dapat segera masuk ke daerah terdampak.
“Kami bergerak cepat, berkoordinasi dengan BBPJN dan BWS untuk mempercepat pembukaan akses. Jalur ini sangat penting karena ekspedisi bantuan harus segera masuk ke wilayah banjir di Sibolga,” tegas Hendra saat memantau kondisi lapangan.
Hendra memastikan bahwa jumlah alat berat akan ditambah untuk mempercepat proses penanganan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh instansi terkait bekerja terpadu agar jalur penghubung utama ini dapat kembali digunakan secepat mungkin.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

0Komentar