Medan, S24-Silulu, Tano Batak, sebuah foto tua tergantung di ruang tamu rumah sederhana di Silulu. Dalam foto itu, tampak sosok Purnama Rea Sinambela, putri Sisingamangaraja XII, sang Pahlawan Nasional yang gugur melawan penjajah Belanda. Kini, foto itu menjadi sumber semangat bagi cucunya, Togu Simorangkir, pejuang lingkungan yang tak henti bersuara untuk menyelamatkan Tano Batak dari cengkeraman korporasi perusak alam.
“Togu, penindasan harus dilawan!”, demikian pesan Ompung Purnama Rea Sinambela kepada cucunya di usia 95 tahun.
Kata-kata itulah yang kini menjadi api perlawanan baru. Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, 10 November 2025, ribuan masyarakat Batak akan turun ke jalan untuk melakukan Gurdak (Gerakan Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan) di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).
Mereka membawa satu tuntutan utama: Tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL), perusahaan yang dituding telah merusak hutan, mengeringkan sumber air, dan menggusur tanah adat milik masyarakat Tano Batak.
“Semangat Sisingamangaraja XII Akan Hadir di Setiap Langkah Kami”
Togu Simorangkir menyatakan, perjuangan ini bukan sekadar aksi unjuk rasa, tetapi gerakan moral dan sejarah. “Besok, semangat Sisingamangaraja XII akan hidup dalam diri kita semua,” ujarnya dengan lantang.
“Kita tidak boleh diam melihat tanah leluhur kita dirusak. Ini bukan hanya tentang pohon dan danau, tapi tentang harga diri Bangso Batak.”
Aksi besar yang akan digelar pukul 10 pagi di Kantor Gubsu, Medan, diperkirakan akan diikuti ribuan massa dari berbagai daerah di Tapanuli dan sekitarnya.
Selain menyuarakan penutupan TPL, mereka juga akan membawa pesan damai dan kelestarian, bahwa perjuangan untuk Tano Batak bukanlah kebencian, melainkan panggilan cinta terhadap tanah kelahiran.
Kursi rodaku dan 100 goni untuk Tim Kebersihan Gurdak Kantor Gubsu sudah masuk ke mobilku. Tinggal galon air minum dan guci untuk Refill Tumbler Tim Kebersihan Gurdak Kantor Gubsu. Besok juga akan bergabung pemulung dari Tanjung Morawa untuk membawa semua sampah di lokasi aksi. Aku sudah tidak mampu jalan kaki jauh. Berdiri diatas 5 menit aja sudah sangat sakit kaki ini. Tapi semangat untuk Tutup TPL tidak berkurang sedikitpun. Besok jumpa di Kantor Gubsu kita ya hamuna.
Panjang Umur Perjuangan.
Gerakan yang Santun dan Bertanggung Jawab
Togu juga mengingatkan para peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan kebersihan. “Buanglah sampah pada tempatnya. Jika belum ada petugas kebersihan, simpan dulu dan serahkan nanti pada tim kami,” katanya.
Seruan itu menunjukkan bahwa perjuangan kali ini bukan hanya tentang menolak penindasan, tetapi juga tentang menunjukkan kedewasaan gerakan rakyat.
“Panjang Umur Perjuangan!”
Tanggal 10 November 2025 akan menjadi momentum penting bagi rakyat Tano Batak untuk menunjukkan bahwa semangat pahlawan tak pernah mati.
Dari Silulu hingga Medan, dari rumah tua yang menyimpan sejarah hingga jalanan kota yang berdebu, semangat Sisingamangaraja XII hidup kembali dalam diri generasi penerusnya.
Panjang Umur Perjuangan! Hidup Tano Batak yang Lestari, Aman, dan Tenteram! #TutupTPL. #TutupPerusakLingkungan. #BosLebay. (S24-AsenkLeeSaragih)



0Komentar