(Foto By: FB) 



Pamatangsiantar, S24 - Di tengah dunia yang sering kali sibuk mengejar keinginan pribadi, kisah seorang anak dari Wamena, Papua, hadir sebagai pengingat bahwa kasih yang murni tetap hidup di antara kita. Namanya Karina Simanjuntak, anak Sekolah Minggu HKBP Shalom Wamena, yang dengan hati sederhana melakukan sesuatu yang luar biasa.

Karina telah lama menabung. Setiap koin dimasukkan ke dalam celengan dengan satu tujuan, membeli sepeda impiannya. Bagi banyak anak, sepeda bukan sekadar alat bermain, ia adalah lambang kebebasan dan kegembiraan. Dan bagi Karina, sepeda itu adalah mimpi kecil yang ia rawat hari demi hari.

Namun suatu ketika, kabar duka datang dari tanah leluhurnya, Tapanuli. Bencana ekologis menimpa banyak warga, membawa kesedihan dan penderitaan. 

Mendengar cerita itu, Karina tidak berpikir dua kali. Ia membuka celengannya, mengeluarkan semua tabungannya, dan berkata bahwa uang itu ingin ia serahkan bagi saudara-saudaranya yang sedang terluka.

Tindakan itu mungkin tampak kecil di mata dunia, tetapi sesungguhnya ia memancarkan cahaya besar. Karina mengajarkan kita bahwa kasih bukan tentang berapa banyak yang kita beri, melainkan seberapa tulus kita memberi. 

Dalam kesederhanaannya, ia menunjukkan bahwa hati yang peduli mampu melampaui jarak, usia, dan kemampuan.

Risman Ramos Sinurat, yang menyampaikan kisah ini dari Papua, menyebut tindakan Karina sebagai teladan bagi banyak orang dewasa. 

Di tengah gempuran egoisme dan ketidakpedulian, seorang anak justru hadir dengan pelajaran hidup yang dalam: bahwa memberi adalah bentuk ibadah, dan berbagi adalah wujud nyata kasih.

Persembahan Karina bukan hanya bantuan material. Ia adalah pesan bagi kita semua, bahwa setiap orang, sekecil apa pun dirinya, dapat menjadi alat berkat. 

Dan mungkin, lewat ketulusan anak kecil ini, Tuhan sedang mengingatkan dunia bahwa harapan tetap ada, selama masih ada hati yang mau berbagi.

Tuhan memberkati, Karina. Semoga tindakanmu menginspirasi banyak orang untuk saling menguatkan, saling menopang, dan tidak pernah lelah berbuat kasih.(S24-AsenkLeeSaragih)