Merangin, S24 - Kasus penculikan anak yang melibatkan dua oranng pelaku Mery Ana (42) warga utyPematang Kandis, dan Ade Friyanto Syaputera (36) tahun warga Pasar Atas, Bangko, Kabupaten Merangin Jamb terpaksa di grebek Aparat Kepolisian saat tengah bersembunyi dalam penginapan Kota Sungaipenuh, Kerinci Jambi.
Di back up "Tim Macam Kincai" Polres Kerinci serta Resmob Polda Jambi akhirnya Unit Reskrim Polrestabes Makassar berhasil mengungkap kasus Penculikan Bilqis yang melibatkan dua orang warga Merangin pada Juma'at (7/11/2025).
Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, Bilqis Makasar balita 4 tahun telah mereka jual pada Suku Anak Dalam (SAD) se harga Rp. 60.000.000 (enam puluh juta rupiah).
Tidak hanya itu, pelaku utama yang lebih dulu di amankan Polisi di Makasar, tertangkapnya Sri Yuliana 3O, warga Makasar Aktor utama penculikan Bilqis membuka jalan baru untuk pengungkapan kejahatan besar perdagangan anak manusia yang terbungkus rapi tanpa di ketahui oleh masyarakat biasa lainnya di Merangin Jambi, selanjutnya dari tangan Sri Yuliani Bilqis di jual dengan harga Rp.3 juta rupiah kepada pelaku ke-2, Nadia Hutri warga Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah di jual dengan sistim COD / bayar di tempat.
Belum genap sebulan berita heboh yang menakutkan warga kembali mencekam yang lebih mengerikan adalah kabupaten Merangin di jadikan lokasi tempat penampungan terakhir anak korban penculikan dan perdagangan manusia.
Fakta mengejutkan terungkap dari tim gabungan Polda Metro Jaya, fasca Kasus penculikan Bilqis Makasar 4 tahun, tim senyap Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan 4 Orang anak kecil 1 orang bayi perempuan diduga hasil dari perdagangan manusia.
Operasi senyap tim khusus Polda Metro Jaya membuahkan hasil, dalam operasi tersebut setidaknya polisi berhasil menangkap terduga pelaku L&R warga Suku Anak Dalam (SAD) mereka ini juga terlibat dalam pusaran kasus penculikan Bilqis.
Mengejutkan
Kedatangan Tim Gabungan Polda Metro Jaya ke Merangin dengan misi penyelamatan anak dari perdagangan manusia benar mengejutkan, bagama bisa mereka yang di nilai kurang mau berkomunikasi dengan masyarakat biasa ternyata sindikat perdagangan manusia lintas provinsi.
Operasi senyap yang di gelar Sabtu (6/12/2025) tim khusus Polda Metro Jaya menemukan banyak kejanggalan di sekitar kediaman SAD disitu jugalah tempat saat pertam Bilqis di temukan.
Lebih lanjut, dalam operasi senyap itu tim berhasil menyergap mobil yang di kendarai dua orang warga SAD berinisial R & L, ketika di gledah tim menemukan 5 orang anak kecil se umuran.
Hasil introgasi, mereka (SAD) mengakui dua anak kecil itu adala nya anak kandungnya, kembali di tanyai tiga lainnya, "dua balita dan satu anak berusia enam tahun berasal dari luar" kuat didugaan kalau anak itu baru mereka beli.
“Ketiga anak tersebut, dua di antaranya balita (ada yang masih bayi juga langsung kita amankan,”.
Dari keterangan SAD berinisial R & L tim mendapatkan petunjuk baru atas hilangnya balita perempuan asal Jakarta Barat, anak kecil yang diduga korban perdagangan manusia beserta terduga pelaku warga SAD L & R juga kita tangkap, dan kita terbangkan ke Jakarta untuk proses hukum.
Temuan tim senyap gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Jambi sudah cukup menbuktikan oknum warga SAD Merangin di diduga menjadi lokasi terakhir tempat penampungan anak hasil perdagangan manusia antar lintas Provinsi.(S24-Bay)


0Komentar