Presiden Prabowo Subianto (tiga dari kanan) didampingi oleh Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (kanan) saat meninjau pengungsi di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025). Aceh merupakan salah satu wilayah di Sumatera yang mengalami bencana banjir besar pada akhir November kemarin.(BIRO PERS ISTANA PRESIDEN/CAHYO)
Jakarta, S24 - Pemerintah memastikan akan memberikan santunan bagi para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa santunan diberikan kepada korban luka-luka maupun ahli waris korban meninggal.
"Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta. Kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp 5 juta," ujar Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa penyaluran santunan akan dilakukan setelah asesmen di lapangan selesai.
Menurutnya, ini merupakan bentuk tali asih pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.
"Ini adalah bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan kita di tengah-tengah bencana," kata Gus Ipul.
Dari Mana Anggaran Santunan Ini Berasal?
Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk menangani dampak bencana besar di tiga provinsi tersebut.
Anggaran tersebut berasal dari program efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat sepanjang tahun.
"Alhamdulillah kita punya anggarannya, kita lakukan penghematan banyak di pusat supaya sebanyak mungkin bantuan, sebanyak mungkin kita bisa membantu kepentingan rakyat di paling bawah, desa, kecamatan. Itu sasaran kita," ujar Presiden saat menemui pengungsi di Kutacane, Pulo Sanggar, Aceh Tenggara.
Selain untuk santunan, anggaran ini juga disiapkan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak, termasuk jalan dan jembatan yang terputus akibat banjir dan longsor.
"Kita segera akan membuka jalur yang terputus, jembatan-jembatan yang rusak kita segera perbaiki," ujar Prabowo.
"Sebelumnya pun saya sudah sebetulnya alokasi anggaran untuk fasilitas dan prasarana yang ada di desa-desa, kecamatan, dan di kabupaten-kabupaten," lanjutnya.
Bencana yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak akhir November menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Hingga Rabu (3/12/2025), data resmi BNPB menunjukkan peningkatan signifikan jumlah korban meninggal dan hilang.
"Secara total korban meninggal yang tervalidasi 770 jiwa dan korban hilang yang masih dalam pencarian 463 jiwa," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers virtual.
Rinciannya, korban meninggal di Aceh mencapai 277 jiwa, di Sumatera Utara 299 jiwa, dan di Sumatera Barat 194 jiwa. Sementara itu, korban hilang terdiri dari 193 jiwa di Aceh, 159 jiwa di Sumut, dan 111 jiwa di Sumbar.(S24-Red)


0Komentar