Penguat Semangat untuk Korban Bencana, Pesan Kemanusiaan dari Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. (Foto-Foto By: Diskominfo Pemkab Tapanuli Tengah)

Bupati Tapteng Kunjungi Pengungsi Korban Banjir di Sipange

Tapteng, S24 - Di tengah situasi sulit yang melanda sebagian wilayah Tapanuli Tengah, kehadiran Bupati Masinton Pasaribu, SH, MH, membawa nafas baru bagi para warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Kunjungan Masinton Pasaribu ke SD Negeri 152984 Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Senin (8/12/2025), bukan hanya sebatas peninjauan, tetapi menjadi bukti nyata kepedulian, keberpihakan, dan semangat gotong royong yang terus ia gaungkan.

Saat menyapa masyarakat, suara Bupati Masinton memancarkan ketegasan sekaligus ketulusan. Ia mengingatkan bahwa di tengah cobaan besar, kekuatan utama masyarakat Tapteng ada pada persatuan.

“Semoga diberikan kesehatan, saling membantu, harus gotong royong. Jangan sampai ada yang tidak makan,” ucapnya, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pemulihan.

Bupati juga dengan serius menampung keluhan masyarakat, memastikan bahwa setiap kebutuhan tidak luput dari perhatian pemerintah. Ia langsung menginstruksikan pendataan rumah-rumah warga yang rusak agar hunian sementara dapat segera dibangun. Langkah ini menggambarkan komitmennya untuk memberikan solusi cepat, tepat, dan manusiawi. “Kita buat hunian sementara sampai ada hunian tetap,” ungkapnya.

Bukan hanya memberikan arahan, Bupati Masinton turun langsung meninjau Posko Dapur Umum Parsahutaon di Lingkungan I Sebaganding. Di sana, ia memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi. Ruang-ruang kelas yang sementara digunakan sebagai tempat bermalam dinilainya masih layak hingga akses menuju permukiman kembali pulih.

“Masih bisa digunakan sebagai tempat mereka menginap sampai jalan tembus,” ujarnya memberi kepastian kepada warga yang masih harus bertahan di pengungsian.

Dalam perhatiannya terhadap anak-anak, Bupati menunjukkan sisi humanis yang kuat. Ia meminta Dinas Pendidikan menyesuaikan jadwal belajar agar tidak membebani siswa, menekankan bahwa pemulihan mental jauh lebih penting saat ini. Anak-anak akan belajar dengan sistem bergantian, sambil fokus pada kegiatan trauma healing. Bermain, tertawa, dan merasa aman adalah bagian dari proses bangkitnya mereka dari ketakutan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Masinton juga menyerahkan bantuan logistik ke berbagai posko, termasuk kebutuhan pangan, perlengkapan darurat, hingga bantuan khusus untuk kelompok rentan. 

Tidak berhenti di situ, ia memastikan ketersediaan energi dan komunikasi dengan menyediakan genset dan jaringan internet Starlink. Langkah ini menegaskan bahwa negara, melalui pemerintah daerah, hadir secara penuh dalam situasi krisis.

Kehadiran Bupati Masinton Pasaribu di tengah para pengungsi menjadi simbol harapan baru. Dengan empati, tindakan cepat, dan ketegasan, ia mengajak masyarakat untuk tetap kuat, tetap bersama, dan tidak menyerah menghadapi masa-masa sulit.

Bencana mungkin datang tanpa diduga, tetapi kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus dihidupkan oleh pemimpin daerah seperti Masinton Pasaribu menjadi fondasi utama bagi Tapanuli Tengah untuk bangkit dan pulih lebih kuat.

Semangat ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Tapteng—bahwa bersama, kita pasti bisa melewati cobaan ini.(S24-AsenkLeeSaragih)