![]() |
| Srikandi Batak pejuang Solidaritas kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Tapteng Sumatera Utara. |
Medan, S24- Serli Napitu lewat akun facebooknya memberikan surat terbuka kepada para konten kreator dan media atas kejadian banjir dan longsor yang menimpa masyarakat Tapanuli Raya. Aksi penggalangan dana dan distribusi bantuan untuk korban diberitahukan lewat media sosial. Guna meluruskan informasi yang tidak akurat, Serli Napitu yang tinggal di Inggris menuliskan surat terbuka.
Berikut surat terbuka tersebut:
Yang terhormat teman-teman semua. Saya ingin menyampaikan beberapa hal penting terkait penggalangan dana “Save Tapteng" yang saya gagas bersama Ibu Sarma Hutajulu, dimulai pada 25 November 2025 untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Saya sadar bahwa bencana alam tidak hanya terjadi di Tapanuli Tengah, namun juga di beberapa wilayah lainnya seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Aceh, Medan, dan Sumbar. Semua daerah tersebut juga sangat membutuhkan perhatian kita.
Namun, sebagai penggalang dana, ada kalanya kita harus membuat keputusan yang sangat sulit. Dalam hal ini, saya dan Ibu Sarma Hutajulu memutuskan untuk fokus pada Tapanuli Tengah. Keputusan ini didasari oleh beberapa faktor berikut:
1.Pada 25 November 2025, kami menerima informasi bahwa Tapanuli Tengah adalah wilayah yang paling parah terdampak bencana. Keadaan di sana sangat membutuhkan perhatian dan bantuan segera.
2.Tapanuli Tengah, merupakan wilayah yang paling sulit dijangkau. Jalur darat, laut, dan udara mengalami banyak tantangan luar biasa, yang membuat pengiriman bantuan ke daerah ini sangat sulit. Sementara itu, wilayah lain seperti Tapanuli Utara lebih mudah diakses dan bantuan sudah bisa mulai diterima lebih cepat.
3.Ibu Sarma Hutajulu sangat memahami kondisi di Tapanuli Tengah karena beliau aktif di wilayah tersebut dan memiliki banyak relasi serta pengetahuan lokal. Oleh karena itu, Ibu Sarma adalah sosok yang paling tepat untuk membantu dalam distribusi bantuan ke wilayah yang sangat terdampak ini.
Dengan pengalaman dan jaringan yang beliau miliki, kami merasa beliau adalah orang yang paling siap dan dapat diandalkan untuk menyalurkan bantuan tersebut secara efektif.
Meskipun kami sadar bahwa banyak daerah lain juga membutuhkan perhatian, kami percaya bahwa keputusan kami untuk memfokuskan bantuan di Tapanuli Tengah adalah langkah yang tepat untuk saat ini.
Kami mengajak rekan-rekan semua untuk bersama-sama mendukung dan berfokus pada upaya membantu saudara-saudara kita di sana.
Mengenai Dana yang Terkumpul:
Perlu saya luruskan, sampai saat ini total dana yang berhasil terkumpul melalui penggalangan dana “Save Tapteng” adalah sekitar Rp 1.8 M, bukan 1 M seperti yang beredar di beberapa media.
Dana ini telah digunakan untuk bantuan tahap awal. Bapak Bupati Masinton Pasaribu memang menerima bantuan tahap pertama di rumah dinas beliau, karena pada waktu itu kami belum memiliki posko yang jelas.
Namun, penting untuk diluruskan bahwa beliau TIDAK menerima dana sebesar Rp 1 M seperti yang disampaikan di beberapa media.
Saya melihat banyak pemberitaan yang beredar di media dengan informasi yang kurang akurat, seperti yang screenshot tercantum di bawah ini. Hal ini bisa menimbulkan kebingungannya atau bahkan kesalahpahaman di antara para donatur dan pihak-pihak yang terlibat.
Kami sangat berharap agar informasi yang beredar bisa lebih hati-hati dan jelas, agar tidak merugikan perjuangan yang sedang kami lakukan.
Himbauan kepada yang telah mengupload artikel tersebut, jika ada di antara rekan-rekan yang sudah terlanjur mengupload artikel atau postingan yang mengandung informasi tidak akurat seperti yang telah disebutkan di atas, mohon untuk segera menghapusnya.
Informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan kebingungannya dan merugikan upaya kami dalam membantu korban bencana. Kami sangat mengharapkan kerja sama dalam menjaga kualitas informasi yang disebarkan.
Saya Serli Napitu BUKAN Serli Napitupuluh juga ingin menegaskan beberapa hal untuk menghindari kesalahpahaman:
1.Penggalangan Dana ini adalah usaha kolektif. Saya dan rekan-rekan seperti Sarma Hutajulu, Dina Silalahi, Norma Sinaga, Mariani Sagala, Manager SNP Ibu Tetty Sihombing, Ibu Sri Anzoe Simanjuntak, Mak Joyce Silalahi serta Aspri Ibu Sarma Hutajulu - Tiur Sinaga, berperan dalam menyuarakan dan memperluas jangkauan.
Kami juga terlibat langsung dalam live streaming untuk memotivasi lebih banyak orang ikut berpartisipasi. Dan tentu saja, ada ratusan relawan yang tidak bisa saya sebut satu per satu, yang telah berperan besar dalam aksi ini.
2.Saya sangat menghargai niat baik para konten kreator yang ikut serta dalam aksi ini. Namun, saya berharap agar fokus utama tetap pada relawan yang bekerja langsung di lapangan, yang telah memberikan waktu dan tenaga mereka demi membantu sesama. Saya sendiri hanya berperan kecil di balik layar dan tidak merasa perlu untuk disorot.
3. Himbauan kepada Rekan-Rekan Konten Kreator:
Kami menghargai segala bentuk dukungan yang diberikan, namun kami juga ingin mengingatkan pentingnya untuk menyebarkan informasi yang akurat dan jelas.
Informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan kebingungannya, bahkan bisa merugikan upaya yang sedang dilakukan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kualitas informasi yang disampaikan, agar dapat terus memperkuat aksi kemanusiaan ini dan tidak menimbulkan kesalahpahaman yang bisa mengganggu proses bantuan yang sedang berlangsung.
Saya ingin menegaskan bahwa tujuan saya bukan untuk mencari nama atau kredit pribadi, melainkan untuk bersama-sama membantu “Tapanuli Tengah” bangkit dari bencana ini.
Kami sangat menghargai keinginan baik dari setiap individu, namun kami berharap agar informasi yang disebarkan tetap akurat dan berimbang.
Mari kita terus jaga semangat gotong royong ini, dan fokus pada upaya untuk membantu masyarakat Tapanuli Tengah. Semoga bantuan ini dapat meringankan penderitaan mereka dan memberikan harapan baru di tengah kesulitan. Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan.
#SaveTapanuliTengah
#PrayForTapteng

.jpg)
.jpg)
.jpg)

0Komentar