Jakarta, S24 - Penyanyi dan aktris Sherina Munaf menyampaikan kritik terhadap penggunaan gajah untuk membantu pembersihan jalan pascabanjir di Aceh. Sikap tersebut ia sampaikan melalui sejumlah unggahan di akun Instagram pribadinya.
Sherina menilai penggunaan gajah sebagai penarik kayu besar bukan langkah etis maupun aman bagi satwa liar yang habitatnya justru kerap rusak akibat aktivitas manusia. Ia juga menyoroti ironi di balik keputusan tersebut.
“Sudahlah manusia rusak rumah mereka, mereka pula yang harus membereskan semuanya,” tulis Sherina dalam unggahannya yang dikutip Kompas.com, Selasa (9/12/2025).
Dalam unggahan lainnya, ia membagikan foto seekor gajah yang digunakan untuk memindahkan batang kayu besar, lengkap dengan tulisan: “Gajah Bukan Alat Berat!”
Sherina kemudian mempublikasikan “Surat Terbuka untuk BKSDA Aceh” sebagai bentuk keprihatinan atas penggunaan gajah dalam situasi darurat tersebut. Ia mengakui tekanan di lapangan dan niat baik petugas untuk menyelamatkan nyawa, namun menegaskan bahwa gajah merupakan makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan.
“Gajah bukan alat berat. Mereka adalah makhluk cerdas, sosial, dan penuh perasaan, yang selama ini paling terdampak ketika habitat mereka hilang dan terfragmentasi,” tulisnya.
Selain menyampaikan kritik, Sherina juga membagikan sejumlah alternatif penanganan bencana yang dinilai lebih etis. Ia turut me-repost unggahan rekannya, Indira Diandra, yang mengusulkan solusi tanpa melibatkan satwa.
Sherina meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menghentikan praktik penggunaan gajah sebagai alat bantu berat dalam pembersihan pascabanjir.(S24-Red)


0Komentar