Jambi, S24-Dunia musik Batak kembali berduka. Amang Soritua Manurung, seniman besar dan pencipta ratusan lagu Batak Toba, telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta pada 23 Januari 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi masyarakat Batak dan pecinta musik daerah di seluruh Indonesia.

Amang Soritua Manurung dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk seni dan budaya Batak. Sepanjang perjalanan hidupnya, beliau telah menciptakan 147 lagu Batak Toba yang terdaftar secara resmi di Premimusik. 

Jumlah tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi, ketekunan, dan cinta mendalam beliau terhadap warisan budaya leluhur.

Lagu-lagu ciptaannya telah dinyanyikan oleh banyak penyanyi Batak dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. 

Beberapa karya beliau yang sangat dikenal antara lain Ilukki Ma Paboahon, Taboni Namartulang, Sukkun Ma Dirim, Dang Tarbolus Au Ito, dan Pabagas Tanoman. 

Lagu-lagu ini tidak hanya indah secara musikal, tetapi juga sarat makna, mengangkat nilai keluarga, kerinduan, kesetiaan, pengorbanan, dan pergulatan hidup orang Batak.

Keistimewaan karya Amang Soritua Manurung terletak pada kemampuannya menyentuh perasaan pendengar. Lirik-liriknya sederhana namun kuat, jujur, dan dekat dengan realitas kehidupan. Melalui lagu-lagunya, ia seolah menjadi suara hati banyak orang—menyuarakan rindu perantau, nasihat orang tua, hingga luka dan harapan yang terpendam.

Meski telah berpulang, karya-karya Amang Soritua Manurung akan terus hidup. Lagu-lagunya akan tetap dinyanyikan, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Batak Toba. Dalam setiap nada dan lirik, nama beliau akan selalu dikenang.

Selamat jalan, Amang Soritua Manurung. Terima kasih atas dedikasi, karya, dan warisan yang tak ternilai. Namamu mungkin telah pergi, tetapi karyamu akan abadi. Horas.(S24-AsenkLeeSaragih)