Nama Djabanten Damanik Dihapus, Keluarga Nilai Pemkab Simalungun Kubur Sejarah Sendiri.

Simalungun, S24 - Upaya penggantian nama Harungguan pada gedung pertemuan di lingkungan Kantor Bupati Simalungun menuai kecaman keras. Penolakan kini datang langsung dari keluarga almarhum Djabanten Damanik, tokoh bersejarah yang namanya selama ini melekat kuat pada gedung tersebut sebagai simbol perjalanan pemerintahan dan identitas budaya Simalungun.

Keluarga menilai penghapusan nama Djabanten Damanik bukan sekadar perubahan nomenklatur, melainkan bentuk nyata penghilangan sejarah secara sistematis dan pelecehan terhadap jasa tokoh pendiri pemerintahan lokal.

“Ini bukan soal papan nama. Ini soal martabat sejarah. Menghapus nama Djabanten Damanik sama saja dengan mengubur peran tokoh Simalungun yang berjasa besar bagi daerah ini,” tegas perwakilan keluarga Djabanten Damanik kepada wartawan, Jumat (9/1/2026).

Menurut keluarga, almarhum Djabanten Damanik dikenal sebagai figur yang berperan penting dalam merawat nilai adat, kebudayaan, dan semangat kebersamaan yang diwujudkan melalui Harungguan sebagai ruang musyawarah rakyat. Oleh sebab itu, keputusan mengganti nama gedung tersebut dinilai arogan, elitis, dan buta sejarah.

Lebih jauh, keluarga besar Damanik mempertanyakan legalitas dan prosedur pengambilan keputusan tersebut. Hingga kini, tidak pernah ada forum resmi yang melibatkan tokoh adat, sejarawan, akademisi, maupun keluarga tokoh yang namanya secara langsung dihapus dari ruang publik.

“Tidak ada dialog, tidak ada kajian akademik, tidak ada persetujuan publik. Ini keputusan sepihak yang mencederai demokrasi dan menghina masyarakat adat,” ujarnya.

Sejumlah pengamat kebudayaan menilai bahwa penggantian nama bangunan bersejarah tanpa kajian ilmiah dan partisipasi publik merupakan preseden berbahaya, karena membuka ruang bagi penghapusan identitas lokal demi kepentingan birokrasi jangka pendek.


Keluarga Djabanten Damanik secara tegas menuntut Pemerintah Kabupaten Simalungun segera menghentikan seluruh proses perubahan nama Harungguan dan memulihkan kembali nama Djabanten Damanik sebagai nama resmi gedung pertemuan tersebut.

Mereka mengingatkan, apabila tuntutan ini terus diabaikan, penolakan dipastikan akan meluas dan berpotensi memicu reaksi sosial yang lebih besar, karena menyangkut harga diri, sejarah, dan jati diri masyarakat Simalungun.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Simalungun masih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi terkait penghapusan nama Djabanten Damanik dari gedung pertemuan tersebut.

TABOLA BALE NIH LOGIKA KAWAN INI..!

Pemerhati Simalungun, Rikanson Jutamardi Purba berpendapat, sering kali logika Silverius Bangun kacau-balau. Tabola bale ! Yang mendistorsi (untuk tidak mengatakan: men-downgrade) nilai kepahlawanan Tuan Rondahaim Saragih Garingging itu justru Pemkab Simalungun itu sendiri (dhi Sekda, Mixnon Andreas Simamora). Apakah untuk naik harus menginjak yang lain?

"Coba baca paragraf ke-5 status Silverius Bangun terlampir: “Dan publik harus tahu, H. Anton Achmad Saragih sewaktu kampanye bilang bahwa dia ingin gedung simalungun diberi nama dengan nama mantan mantan Bupati Simalungun.” Lha, kalo memang begitu, kok nama mantan Bupati Simalungun periode 1990-2000 yakni Djabanten Damanik dihilangkan begitu saja dari Balei Harungguan dan digantikan dng nama Tuan Rondahaim Saragih?,"ujaranya.

Rikanson Jutamardi Purba mempertayakan, apakah H. Anton Achmad Saragih nggak tahu kalo Sekda Mixnon telah mengganti begitu saja nama Balei Harungguan itu? Bukankah itu atas persetujuannya?

"Atau ada orang lain yang mem-bypass Bupati dan langsung perintah-perintah ke Sekda Mixnon untuk mengganti nama itu? Tulus apanya kalo gini ceritanya? Justru Anda ini, Silverius Bangun, yang malah numpang ribut di sini..?,"tanya Rikanson Jutamardi Purba.
.
" Kalo memang "main"-nya kalian, nama jalan dari Simpang Dua Pematangsiantar sampai perbatasan Simalungun-Karo-lah dinamai dengan nama Tuan Rondahaim Saragih Garingging itu. Kayak nama Djamin Gintings dari Padang Bulan, Medan, hingga ke Tanah Karo. Kalau itu, baru ini jempol macam kalian..!,"pungkas Rikanson Jutamardi Purba. (S24-AsenkLeeSaragih)