Jambi, S24 - Manajemen Bank Jambi akhirnya angkat bicara terkait beredarnya informasi dugaan hilangnya saldo sejumlah nasabah melalui transaksi ATM. Klarifikasi disampaikan langsung Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, di Gedung Mahligai Bank Jambi, Senin (23/2/2026).

Khairul mengakui pihaknya tengah melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan anomali transaksi tersebut. Audit forensik dijadwalkan mulai bekerja untuk memastikan jumlah kerugian serta nasabah yang benar-benar terdampak.

“Hari ini audit forensik akan bekerja untuk memastikan berapa total kerugian dan nasabah yang terverifikasi,” ujar Khairul.

Sebagai langkah mitigasi, manajemen memutuskan menonaktifkan sementara sejumlah kanal layanan, termasuk ATM dan mobile banking. Kebijakan ini diambil guna mencegah potensi risiko lanjutan selama proses investigasi berlangsung.

Namun, penghentian layanan digital tersebut justru memicu pertanyaan publik tentang sistem keamanan dan pengawasan internal bank daerah tersebut. Hingga kini, manajemen belum merinci penyebab pasti dugaan anomali maupun estimasi awal nilai kerugian.

Khairul menegaskan, Bank Jambi akan melaporkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum dan berkomitmen mengganti kerugian nasabah jika terbukti terjadi kesalahan.

“Apabila nasabah mengalami kerugian, baik akibat kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga, akan kami ganti secara penuh,” tegasnya.

Nasabah yang merasa terdampak diminta segera melapor ke kantor cabang terdekat sesuai jam operasional.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan OJK pusat serta manajemen bank.

Menurut Yan, secara fundamental dan kondisi keuangan, Bank Jambi berada dalam keadaan baik. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang. Secara kondisi keuangan dan fundamental, Bank Jambi dalam keadaan baik,” ujarnya.

Meski demikian, insiden ini menjadi ujian serius bagi kepercayaan publik terhadap perbankan daerah. Transparansi hasil audit forensik dan kecepatan pemulihan layanan akan menjadi penentu sejauh mana kepercayaan nasabah dapat dipertahankan.

Kalau kamu mau, saya bisa buatkan versi yang lebih investigatif dan lebih “keras” lagi, atau versi yang lebih netral seperti rilis media nasional.(S24-Tim)