Jakarta, S24 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap dilaksanakan pada 2026 dengan sejumlah penyesuaian strategis.
Kepala BSKAP Toni Toharuddin mengatakan, TKA akan dilaksanakan setelah Januari 2026, dengan jadwal 6–16 April 2026 untuk jenjang SMP dan 20–30 April 2026 untuk jenjang SD. Seluruh mekanisme pendaftaran serta petunjuk teknis pelaksanaan telah dikoordinasikan dan disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Koordinasi dengan daerah sudah berjalan, baik terkait pelaksanaan TKA maupun aspek teknis di lapangan,” ujar Toni saat ditemui di Mercure Convention Center Ancol, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, hasil TKA jenjang SD dan SMP akan dimanfaatkan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya pada jalur prestasi. Namun, pengaturan proporsi pemanfaatan nilai TKA diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah sesuai kewenangannya.
“Secara regulasi tidak ada perubahan, sehingga pemerintah daerah dapat menyesuaikan dengan kebijakan lokal,” katanya.
Toni menambahkan, BSKAP telah menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi kendala teknis, terutama gangguan listrik dan jaringan internet akibat cuaca ekstrem. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan ujian susulan pada 19 Mei 2026 bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan.
“Kejadian sebelumnya menjadi bahan evaluasi. Untuk kondisi yang tidak terprediksi, seperti cuaca ekstrem, telah disiapkan jadwal ujian susulan,” ujarnya.
Terkait integrasi asesmen, Toni menegaskan bahwa TKA diperuntukkan bagi peserta didik, sedangkan asesmen guru dan survei lingkungan belajar tetap dilaksanakan melalui skema Asesmen Nasional. Hasil asesmen tersebut tidak digunakan untuk pemeringkatan, melainkan sebagai alat pemetaan kompetensi dan dasar perbaikan proses pembelajaran.
“Hasil asesmen menjadi dasar perbaikan, termasuk dalam penguatan pelatihan guru dan perubahan paradigma pembelajaran,” kata Toni.(S24-Red)


0Komentar