Tahun 2012 empat belas tahun silam, saat saya masih melayani di HKBP Serpong, teman masa muda saya St Todung R Siagian memberitahu saya idenya untuk membuat sebuah group Facebook yang isinya tentang berita2 HKBP baik teks, foto maupun video.
Dia yakin banyak orang akan suka berbagi berita, apalagi disertai foto dan video. Jadilah group itu dinamakan oleh St Todung Siagian: HKBP dalam Berita, Foto dan Video.
Sebagaimana keyakinan TRS, panggilannya sesuai inisial namanya, group itu laris manis bak kacang goreng. Pelayan dan Ruas HKBP tumpah-ruah ke group ini dan berlomba-lomba membagikan info dari huria-nya termasuk foto-foto gerejanya atau kegiatan mereka.
Tiba-tiba kita mendapatkan informasi yang sangat kaya dan melimpah-ruah tentang HKBP. Berita dari satu jemaat (positiv atau negativ) segera tersebar ke seantero Nusantara bahkan seluruh dunia berkat group yang didirikan St Todung Siagian (dia sendiri sebenarnya adalah seorang ahli konstruksi spesialis basement dengan sertifikat Australia).
Group FB HKBP Dalam Berita makin berkembang bukan lagi sekadar wahana berbagi info tentang HKBP, dari dan untuk warga/ pelayan HKBP, melainkan juga forum diskusi dan debat hangat yang tak habis-habisnya nya tentang berbagai topik dalam kehidupan ber-HKBP.
Tak puas hanya diskusi group FB itu juga beberapa kali digunakan sebagai sarana penggalangan dana membantu gereja-gereja HKBP di daerah terpencil. Dan itu bukan hanya sekali.
Saya sendiri adalah seorang yang merasa sangat beruntung eh diberkati dengan adanya group HKBP dalam Berita ini. Saya dan kotbah saya benar-benar diperkaya dengan info dari berbagai huria yang sebelumnya sangat minim atau tak saya ketahui sama sekali.
Apapun kejadian di HKBP, baik atau buruk, suka atau duka, pasti langsung masuk ke Group Berita karena "wartawan" ada ribuan orang yaitu anggota group yang tersebar di semua sudut HKBP. Saya juga menikmati diskusi-diskusi dan debat-debat yang terjadi dan berusaha memberikan kontribusi semampu saya.
Namun berkumpulnya puluhan ribu pelayan dan Ruas HKBP (terakhir sebelum monding anggotanya 74 ribu orang) dalam sebuah group FB dan sangat aktiv berbagi berita dan diskusi telah menimbulkan kegusaran di kalangan sebagian kami pendeta dan terutama pejabat-pejabatnya.
Group FB HKBP dalam Berita ternyata telah menjelma kekuatan yang sangat dahsyat. Untuk itu mulailah muncul suara-suara dari elit Pusat untuk menertibkannya. Apalagi ketika 74 ribu anggota group FB diijinkan oleh Admin bebas melakukan kritik tajam terhadap kepemimpinan HKBP.
Penguasa pun makin gerah. Pada periode lalu pun niat untuk menjinakkan dan mengendalikan group FB ini sudah ada walau saya sendiri tidak pernah menyetujuinya. Sebab bagi saya menjinakkan atau membunuh group-group medsos yang diinisiasi Ruas sangat kontraproduktif dan benar-benar melawan semangat jaman dan juga filosofi jambar hata dalam kebatakan (habatahon).
Peran group FB dalam Berita sebagai "penjaga dan pengawas" HKBP selain karena kebebasan dan rasa memiliki HKBP dari anggota group tersebut tentu tidak lepas juga dari pribadi St Todung Siagian yang benar-benar bersikukuh menjaga jarak dengan kekuasaan, bersikap independen dan non partisan agar tetap kritis (walaupun secara pribadi beliau dekat dengan banyak pendeta juga pimpinan).
Dan inilah yang membuat kawan-kawan Pendeta dan Pimpinan sering sangat sebal dan gerah. (Apalagi mereka tahu saya berteman dengan TRS namun tak tahu bahwa saya tak pernah satu kali pun bicara kepada TRS tentang kebijakannya sebagai Admin FB, karena saya anggap itu tak etis apalagi saat saya Pimpinan).
Dan keluhan terhadap Group Berita itu sering disampaikan juga kepada saya. Namun bagi saya pribadi group FB Dalam Berita itu tetap jauh lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya.
Bukan saja sumber informasi cepat dan cenderung akurat dari 3000 Huria yang tersebar di seantero Indonesia dan dunia, namun juga cermin kritik dan saran yang bagus untuk kebaikan HKBP.
Selalu jawaban saya, biarkan saja Ruas bebas bicara di medsos termasuk mengkritik HKBP dan Pimpinannya. Sanggah jika tidak benar. Berikan penjelasan jika kurang akurat. Namun jangan pernah berniat mengendalikan atau membunuhnya.
Namun tadi malam TRS tiba-tiba mengirim WA kepada saya bahwa Sekjen HKBP melaporkan group HKBP dalam Berita melakukan pelanggaran properti intelektual karena mencantumkan nama HKBP.
Akibatnya Group dihentikan oleh FB. Bah. Speechless. Saya teringat dua periode lalu Kawan-kawan termasuk saya memakai group FB ini melakukan kritik tajam secara maraton kepada kepemimpinan Ephorus Darwin Lumbantobing.
Dan Beliau rileks-rileks saja. Kok sekarang giliran sudah berkuasa malah membunuh group FB tersebut yang artinya sama saja dengan membungkam kritik terhadap HKBP. Jujur saya benar-benar sedih dan malu. Ya sedih dan malu. Quo vadis HKBP.(FB: Daniel Taruliasi Harahap)


0Komentar