PEKANBARU, S24 – Keragaman budaya bukan sekadar slogan dalam tubuh Parsadaan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB). Ia hadir nyata, hidup, dan terasa dalam setiap prosesi adat yang dijalankan. Hal itu tampak jelas dalam pelantikan Pengurus Wilayah PPTSB Provinsi Riau Periode 2026–2030 yang digelar di Hotel Furaya, Pekanbaru, Minggu (8/2/2026).

Di tengah suasana khidmat, sebuah pemandangan sarat makna tersaji. Ketua Umum PPTSB, Ir Edison Sinaga, didampingi istri Br Siagian, menyematkan Gotong penutup kepala laki-laki dalam adat Simalungun serta Bulang penutup kepala perempuan dalam adat Simalungun kepada Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Riau yang baru dilantik.

Prosesi sederhana namun penuh filosofi itu menjadi simbol kuat tentang indahnya keberagaman yang dirajut dalam satu ikatan marga dan persaudaraan. 

PPTSB, yang beranggotakan keturunan Toga Sinaga dari berbagai latar belakang sub-etnis Batak dan daerah perantauan, memperlihatkan bahwa perbedaan adat bukanlah sekat, melainkan kekayaan.

Gotong dan Bulang bukan sekadar atribut. Ia adalah identitas, penghormatan, sekaligus pengingat bahwa di balik struktur organisasi modern, PPTSB tetap berpijak pada akar budaya leluhur. Nilai-nilai adat menjadi fondasi dalam membangun kebersamaan, rasa hormat, dan persatuan.

Di Provinsi Riau, yang dikenal sebagai wilayah multikultural, PPTSB tampil sebagai miniatur Indonesia. Beragam latar budaya berpadu, saling mengisi, dan saling menguatkan. 

Pelantikan ini bukan hanya seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga panggung ekspresi budaya yang menegaskan jati diri organisasi.

Badan dan Pengurus Harian PPTSB Wilayah Provinsi Riau 2023-2030:
Ketua: Bp Rudi Antonius Natalion Sinaga
Wakil Ketua I: Bp Jack Sinaga
Wakil Ketua II: Bp Bisner Sinaga
Wakil Ketua III: Bp Johannes Sinaga
Sekretaris: Bp Rudianto Salmon Sinaga S.MKn
Wakil Sekretaris: Bp Jefri Nardi Rizki Sinaga
Bendahara: Bp Donald Silitonga
Wakil Bendahara: Bp Jondi Situmorang.

Lebih dari itu, momen ini menjadi pesan moral, bahwa persaudaraan sejati tumbuh dari kemampuan merawat perbedaan. PPTSB menunjukkan, harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesadaran untuk saling menghargai adat, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang dibawa masing-masing anggota.

Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, PPTSB memberi contoh bahwa adat dan budaya bukan peninggalan masa lalu. Ia adalah identitas yang hidup, berkembang, dan terus dirawat menjadi jembatan yang menyatukan generasi, daerah, dan latar belakang dalam satu ikatan persaudaraan.

Pelantikan Pengurus Wilayah PPTSB (Parsadaan Toga Sinaga Dohot Boru) Provinsi Riau Periode 2026-2030 di Hotel Furaya Pekanbaru, Riau, Minggu (8/2/2026). 

Penampakan unik peda pelantikan pengurus tersebut. Keragaman Budaya Adat sangat tampak. Misalnya Ketua Umum PPTSB Ir Edison Sinaga didampingi Istri menyematkan Gotong (Penutup Kepala Laki-Laki Pada Adat Simalungun) dan Bulang (Penutup Kepala Perempuan Pada Adat Simalungun) kepada Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Riau Periode 2026-2030. (S24-AsenkLeeSaragih)