Jakarta, S24 - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden bocah SD di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri karena diduga masalah ekonomi. Presiden Prabowo Subianto juga memberikan atensi khusus terkait kasus tersebut.
Prabowo meminta jajarannya untuk melakukan berbagai upaya agar insiden serupa tidak terjadi kembali.
"Berkenaan dengan terjadinya kejadian yang menimpa adik kita di NTT, tepatnya di Kabupaten Ngada, kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
"Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami, meminta kami untuk berkoordinasi supaya ke depan hal-hal yang semacam ini dapat kita antisipasi," sambungnya.
Dia mengatakan, insiden anak bunuh diri di NTT menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan semua pihak untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Di sisi lain, Prasetyo telah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait untuk melakukan penanganan kepada keluarga korban.
"Jadi kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Menteri Sosial untuk melakukan penanganan-penanganan terhadap keluarga dan terutama memikirkan supaya kejadian ini tidak terulang kembali," tutur dia.
Tak Mau Berspekulasi Penyebab Bunuh Diri
Seorang bocah berinisial YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas gantung diri. (Liputan6.com/ Ola Keda)
Prasetyo tidak mau berbicara soal dugaan penyebab anak di NTT tersebut bunuh diri. Pemerintah, kata dia, menyerahkan dan menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisiaan.
"Kalau berkenaan dengan masalah penyebab terjadinya tragedi tersebut, kami menyebutnya seperti itu, biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian, untuk melakukan pendalaman," ujar Prasetyo.
Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko mengaku sudah memerintahkan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino untuk menemui keluarga korban. Dia mengatakan, kasus ini memang harus menjadi perhatian serius semua pihak.
"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada ke kediaman orang tua korban," katanya di sela-sela syukuran peresmian Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda NTT di Kupang, Rabu (4/2/2026).
Hasil penyelidikan sementara, sejauh ini dugaan masalah ekonomi jadi pemicu korban melakukan bunuh diri.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

0Komentar