Tapteng, S24 - Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin, 16 Februari 2026, curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian setempat.
Polres Tapanuli Tengah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang bermukim di daerah bantaran sungai, wilayah perbukitan, serta kawasan yang sebelumnya terdampak banjir.
Kapolres menegaskan, potensi banjir susulan masih sangat mungkin terjadi apabila hujan deras kembali turun dalam waktu dekat. Debit air sungai yang belum sepenuhnya surut dapat kembali meluap dan mengancam permukiman warga.
Masyarakat diminta untuk, menunda perjalanan luar kota jika tidak mendesak. Menghindari titik rawan longsor dan genangan air. Segera mengungsi apabila air mulai naik atau terdengar tanda-tanda longsor. Memantau informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pihak kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan serta siap memberikan bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tegas pihak kepolisian.
Warga diharapkan tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat guna mencegah jatuhnya korban jiwa akibat bencana susulan.
Sementara Bupati Tapteng Masinton Pasaribu melaporkan, hujan sejak Pukul 12.10 (Senin, 16/02/2026) merata di Tapanuli Tengah. Banjir di berbagai lokasi kecamatan dan desa.
Warga di lokasi rawan banjir dan longsor dilakukan evakuasi. Jalan menuju desa Lubuk Ampolu terputus (80 jiwa evakuasi). Daerah Sitahuis ada longsoran, menutup bahu jalan, warga agar waspada saat melintas. Sungai Aek Sirahar, Barus debit air sudah tinggi dan berpotensi meluap/banjir. (S24-AsenkLeeSaragih)


0Komentar