Foto:JPO

Jambi, S24-Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD, menegaskan bahwa kualitas demokrasi sangat menentukan karakter produk hukum yang dihasilkan suatu negara. Hal tersebut disampaikannya dalam orasi ilmiah di Fakultas Hukum Universitas Jambi pada Rabu (22/4/2026), dalam rangka Dies Natalis ke-63 universitas tersebut.

Kegiatan bertema “Konfigurasi Politik dan Hukum Pasca-Reformasi 1998” itu digelar di Auditorium Unifac, Gedung Rektorat UNJA, Mendalo, dan dihadiri pimpinan kampus, sivitas akademika, serta unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Dekan Fakultas Hukum UNJA, Hartati, mengatakan bahwa April memiliki nilai historis bagi kampus tersebut. Fakultas Hukum merupakan fakultas tertua yang berdiri bersamaan dengan UNJA pada 1 April 1963.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Prof. Mahfud berkenan hadir memberikan orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-63,” ujarnya.

Rektor UNJA, Helmi, mengapresiasi kehadiran Mahfud MD dan menilai materi yang disampaikan bersifat ilmiah serta mudah dipahami. Ia menekankan pentingnya peran akademisi sebagai penyeimbang kebijakan pemerintah.

Menurutnya, akademisi harus tetap kritis dengan pendekatan konstruktif dan berbasis data, serta menjunjung tinggi integritas, termasuk keberanian mengakui kesalahan tanpa melakukan kebohongan.

Dalam orasinya, Mahfud MD juga menilai perkembangan UNJA mencerminkan kemajuan pendidikan di Indonesia, ditandai dengan peningkatan jumlah profesor, kualitas institusi, dan iklim akademik yang semakin baik.

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara konfigurasi politik dan karakter produk hukum bersifat konsisten, sebagaimana tertuang dalam disertasinya lebih dari tiga dekade lalu.

“Jika konfigurasi politik demokratis, maka produk hukum cenderung responsif. Sebaliknya, jika politik bersifat otoriter, maka hukum yang lahir cenderung konservatif atau ortodoks,” katanya.

Menurut Mahfud, dinamika tersebut masih relevan dalam konteks pascareformasi hingga saat ini, di mana perubahan kekuasaan politik akan memengaruhi arah dan kualitas hukum.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kualitas demokrasi agar produk hukum yang dihasilkan semakin baik.

“Kita harus terus merawat demokrasi dan menjadi warga yang taat hukum,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pemberian cenderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama. Momentum Dies Natalis ke-63 ini juga menjadi penegasan komitmen UNJA dalam memperkuat integritas akademik serta kontribusi terhadap pengembangan hukum dan demokrasi di Indonesia.(S24-AsenkLeeSaragih)