![]() |
| Foto-Foto Humas Unja. |
Jambi, J24 - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Jambi (UNJA) mendapat perhatian langsung dari pimpinan kampus. Rektor UNJA, Helmi, turun meninjau jalannya ujian di Kampus Mendalo, Selasa (21/4/2026), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar nasional.
Peninjauan dilakukan di dua titik utama, yakni Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam kunjungan tersebut, Rektor tidak hanya memantau aspek teknis pelaksanaan ujian, tetapi juga melihat langsung kesiapan sarana prasarana serta kondisi peserta di ruang ujian.
Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Fauzi Syam, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Dr. Guspianto, serta Ketua Tim Hubungan Masyarakat UNJA Tri Imam Munandar. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan berlapis untuk menjaga kualitas pelaksanaan seleksi nasional tersebut.
Dalam keterangannya, Helmi mengungkapkan bahwa jumlah peserta UTBK-SNBT di UNJA tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 11.595 peserta mengikuti ujian, naik dari 10.610 peserta pada tahun sebelumnya.
Peningkatan ini mencerminkan tingginya minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi, sekaligus memperketat tingkat persaingan dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
“Jumlah peserta yang meningkat menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap UNJA semakin baik, namun di sisi lain juga menandakan tingkat kompetisi yang semakin ketat,” ujarnya.
Pelaksanaan Berjalan Lancar, Minim Kendala
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, pelaksanaan UTBK-SNBT di UNJA sejauh ini berjalan lancar. Tidak ditemukan kendala teknis yang berarti, baik dari sisi sistem komputer, jaringan, maupun pelaksanaan di ruang ujian.
“Seluruh rangkaian ujian berjalan dengan baik. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga hingga akhir pelaksanaan pada 2 Mei 2026,” kata Helmi.
Kelancaran ini tidak terlepas dari kesiapan panitia serta koordinasi lintas unit di lingkungan kampus dalam memastikan standar operasional prosedur dijalankan secara konsisten.
Selain aspek teknis, pelaksanaan UTBK-SNBT tahun ini juga menyoroti pentingnya akses pendidikan yang inklusif. UNJA mencatat adanya partisipasi peserta dari kalangan penyandang disabilitas dalam seleksi tersebut.
Menurut Helmi, keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Partisipasi peserta penyandang disabilitas merupakan wujud nyata dari upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan prinsip pemerataan akses pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kuantitas peserta, tetapi juga pada keadilan dan kesetaraan kesempatan.
Rektor berharap pelaksanaan UTBK-SNBT di UNJA dapat terus berlangsung optimal hingga hari terakhir, serta mampu menghasilkan calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing.
“Kami berharap seleksi ini dapat menjaring calon mahasiswa yang berkualitas untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Jambi,” katanya.
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpg)
.png)

0Komentar