Tigarunggu, S24- Ribuan anak, remaja, guru sekolah minggu, pendamping, serta pelayan gereja dari berbagai resort di lingkungan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Distrik XII berkumpul dalam kegiatan Pesparawi dan Jambore Sekolah Minggu GKPS Distrik XII Tahun 2026 yang dipusatkan di GKPS Tigarunggu, Kabupaten Simalungun, Sabtu-Minggu (30-31/5/2026).

Kegiatan yang menggabungkan pembinaan rohani, pengembangan bakat, serta penguatan karakter generasi muda gereja tersebut diawali dengan kebaktian bersama yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadah dihadiri langsung oleh Ephorus GKPS Pdt. Jhon Cristian Saragih bersama seluruh pelayan penuh waktu (fulltimer) GKPS se-Distrik XII.

Momentum ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan gereja. Di tengah derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial, serta tantangan moral yang dihadapi generasi muda, Pesparawi dan Jambore Sekolah Minggu dipandang sebagai sarana strategis untuk memperkuat fondasi iman sekaligus mempererat persaudaraan antarjemaat.

Dalam suasana ibadah yang penuh semangat, para peserta diajak untuk menyadari bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kehidupan rohani yang kuat.

Gereja Menjawab Tantangan Zaman

Perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa perubahan besar dalam kehidupan anak-anak dan remaja. Di satu sisi, kemajuan tersebut membuka peluang bagi pengembangan pengetahuan dan kreativitas. Namun di sisi lain, berbagai pengaruh negatif juga semakin mudah diakses.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius gereja. Melalui Pesparawi dan Jambore Sekolah Minggu, GKPS berupaya menghadirkan ruang pembinaan yang sehat bagi generasi muda untuk bertumbuh dalam nilai-nilai kekristenan.

Ephorus GKPS Pdt. Jhon Cristian Saragih menegaskan bahwa masa depan gereja sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan generasi muda saat ini. Menurutnya, anak-anak sekolah minggu dan remaja gereja bukan hanya peserta kegiatan, melainkan calon pemimpin gereja dan masyarakat di masa mendatang.

Karena itu, pembinaan iman harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter, menumbuhkan semangat pelayanan, serta memperkuat hubungan mereka dengan Tuhan.

Pesparawi Bukan Sekadar Perlombaan

Dalam pelaksanaan Pesparawi, berbagai kelompok paduan suara menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam memuji dan memuliakan Tuhan melalui nyanyian gerejawi.

Namun esensi utama kegiatan ini bukanlah kompetisi semata. Lebih dari itu, Pesparawi menjadi media pendidikan rohani yang mengajarkan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta penghayatan terhadap pesan-pesan firman Tuhan yang terkandung dalam setiap lagu yang dibawakan.

Musik gerejawi selama ini menjadi salah satu sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai iman kepada generasi muda. Melalui latihan yang intensif dan kebersamaan dalam pelayanan, peserta belajar menghargai proses, menghormati sesama, serta mengembangkan talenta yang dimiliki untuk kemuliaan Tuhan.

Jambore Sekolah Minggu Perkuat Persaudaraan

Sementara itu, kegiatan Jambore Sekolah Minggu menjadi wadah perjumpaan anak-anak dan remaja dari berbagai jemaat yang selama ini terpisah oleh jarak dan wilayah pelayanan.

Melalui berbagai aktivitas rohani, permainan edukatif, diskusi kelompok, dan kegiatan kebersamaan lainnya, para peserta belajar membangun persahabatan, toleransi, kepemimpinan, serta semangat gotong royong.

Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki terhadap gereja sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga besar GKPS yang memiliki visi dan panggilan pelayanan yang sama.

Investasi Jangka Panjang Gereja

Para pelayan gereja yang hadir menilai bahwa pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang yang tidak dapat diabaikan. Gereja yang kuat di masa depan hanya dapat terwujud apabila proses kaderisasi berlangsung secara konsisten sejak usia dini.

Karena itu, keterlibatan para pendeta, guru sekolah minggu, orang tua, dan seluruh warga jemaat menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan iman anak-anak dan remaja.

Kegiatan Pesparawi dan Jambore Sekolah Minggu GKPS Distrik XII Tahun 2026 di Tigarunggu menjadi bukti nyata komitmen GKPS dalam mempersiapkan generasi penerus yang tangguh menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kekristenan.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, gereja terus berupaya hadir sebagai rumah pembinaan yang aman, inklusif, dan penuh kasih. Dari Tigarunggu, semangat pelayanan, persaudaraan, dan pengharapan bagi masa depan GKPS kembali diteguhkan melalui suara pujian, doa, serta kebersamaan yang terjalin di antara seluruh peserta.

Pesan yang hendak ditegaskan melalui kegiatan ini sederhana namun mendalam: gereja tidak hanya sedang menyelenggarakan sebuah acara, melainkan sedang mempersiapkan generasi yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet pelayanan, menjaga nilai-nilai iman, dan menjadi berkat bagi masyarakat, bangsa, serta dunia.

Kebaktian bersama semua Peserta  Pesparawi dan Jambore Sekolah Minggu GKPS Distrik XII Tahun 2026 di  GKPS Tigarunggu, Sabtu-Minggu 30-31 Mei 2026. Ibadah dihadiri Ephorus GKPS Pdt Jhon Cristian Saragih dan Seluruh Fulltimer GKPS Se Distrik XII.

GKPS Distrik XII:  
Pesparawi SM GKPS Distrik XII Minggu 31 Mei 2026

Paduan Suara (Koor)
Juara I: SM GKPS Resort Tigarunggu Dua 
Juara II: SM GKPS Tigarunggu Satu
Juara III: SM GKPS Resort Purba

Vokal Group
Juara I: SM GKPS Resort Purba
Juara II: SM GKPS Resort Tigarunggu Dua
Juara III: SM GKPS Resort Tigarunggu Satu.

Marturiturian Bibel (Bible Story Telling)
Juara I: SM GKPS Tigarunggu Dua
Juara II: Nikita Br Girsang (GKPS Resort Dolog Huluan
Juara III:

(S24-AsenkLeeSaragih)