Simanindo, S24 - Festival Samosir Music International (SMI) 2026 akan digelar di Open Stage Tuktuk Siadong, Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara, 3-4 Juli 2026. Festival yang menghadirkan musisi dari berbagai negara ini akan memadukan musik Batak dengan musik internasional dalam sebuah kolaborasi budaya yang spektakuler di kawasan Danau Toba.

Hal itu disampaikan Pendiri sekaligus Event Director Samosir Musik International (SMI) Henry Manik, didampingi sejumlah artis dari Italia, Inggris, Spanyol, Venezuela, Kuba, dan negara lainnya saat konferensi pers di Cafe Bahagia, Pematangsiantar, Kamis (2/7/2026).

Henry Manik mengatakan, konsep utama SMI adalah memperkenalkan musik Batak ke panggung dunia melalui kolaborasi bersama musisi internasional. Seluruh artis yang terlibat diajak mempelajari dan membawakan lagu-lagu Batak sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Selain konser musik, SMI 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan budaya dan sosial, seperti ritual adat Batak sebagai doa pembuka acara, pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, penampilan musisi lokal, hingga pertunjukan tari tortor massal dan tari kreasi yang mengangkat kisah kehidupan masyarakat Batak tempo dulu.

Festival ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Kehadiran stan UMKM diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Danau Toba.

Henry menjelaskan, rangkaian kegiatan pada 2 Juli 2026 terbuka gratis untuk masyarakat. Sementara pada 3-4 Juli 2026 seluruh pengunjung yang memasuki area festival, termasuk kawasan UMKM, diwajibkan memiliki tiket atau akses masuk yang telah disediakan panitia.

Henry Manik juga menegaskan, SMI tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya Batak sekaligus mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Samosir.

Kami bangga menghadirkan Samosir Music International. Harapannya, festival ini mampu menjaga dan menghormati warisan budaya Batak, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Henry Manik. (Berbagai Sumber, S24/Red).