Pematangsiantar, S24 – Lagu pujian berbahasa Simalungun berjudul “Sai Hobas”, ciptaan Pdt. Ito Belihar Purba, akan berkumandang di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Peniel Pematangsiantar, Sabtu (4/7/2026), dalam ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sekolah Minggu GKPS Tingkat Sinode Tahun 2026.
Lagu tersebut ditetapkan sebagai lagu wajib pada kategori Vokal Group, yang akan dibawakan oleh sekitar 36 kontingen peserta dari berbagai wilayah pelayanan GKPS di Indonesia. Selain menjadi bagian dari perlombaan, lagu ini diharapkan menjadi sarana bagi anak-anak Sekolah Minggu untuk menghayati nilai pelayanan, ketekunan, dan kasih kepada Tuhan melalui pujian.
Pesparawi Sekolah Minggu GKPS tingkat Sinode merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang sebelumnya dilaksanakan di tingkat distrik. Sebanyak 12 Distrik GKPS dari berbagai daerah mengirimkan para peserta terbaiknya setelah melalui proses pembinaan dan perlombaan di daerah masing-masing.
Kontingen yang berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 pada tiga kategori lomba, yakni Paduan Suara (Koor), Vokal Group, dan Marturiturian Bibel Simalungun (Bercerita Alkitab), memperoleh kesempatan untuk tampil pada tingkat Sinode yang dipusatkan di Kota Pematangsiantar pada 4-5 Juli 2026.
Dalam kategori paduan suara, para peserta akan membawakan lagu wajib “Marbanggal I Bagas Tuhan” ciptaan Pdt. Henki Arapan Simarmata, sedangkan kategori vokal grup akan menampilkan lagu “Sai Hobas” ciptaan Pdt. Ito Belihar Purba. Sementara itu, kategori Marturiturian Bibel menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan firman Tuhan melalui seni bertutur dalam bahasa Simalungun.
Lebih dari sekadar kompetisi, Pesparawi diharapkan menjadi ruang pembinaan iman bagi generasi muda gereja. Melalui nyanyian, cerita Alkitab, dan kebersamaan antar peserta, anak-anak diajak memahami bahwa talenta yang mereka miliki merupakan anugerah Tuhan yang harus dipersembahkan untuk kemuliaan-Nya.
Panitia dan para pembina Sekolah Minggu juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam Pesparawi tidak semata-mata diukur dari raihan piala atau gelar juara. Nilai utama kegiatan ini adalah membangun karakter Kristen, melatih disiplin, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap pelayanan gereja dan budaya Simalungun.
Suara-suara merdu yang akan memenuhi GKPS Peniel Pematangsiantar pada akhir pekan ini diharapkan menjadi persembahan iman yang menyentuh hati. Ketika anak-anak menyanyikan “Sai Hobas” maupun “Marbanggal I Bagas Tuhan”, mereka tidak hanya sedang mengikuti perlombaan, tetapi juga sedang bersaksi tentang kasih dan kebesaran Tuhan melalui talenta yang telah dipercayakan kepada mereka.
Karena pada akhirnya, tujuan tertinggi dari setiap pujian bukanlah menjadi yang terbaik di hadapan dewan juri, melainkan menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan. Juara adalah berkat, tetapi memuliakan Tuhan adalah panggilan utama setiap pelayan-Nya.(S24-AsenkLeeSaragih)
.jpeg)
.jpg)
.jpg)


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

0Komentar