MEDAN, S24 - Ibadah pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) ke-XVI Tahun 2026 berlangsung khidmat di Aryaduta Hotel Medan, Jumat (30/10/2026). Ibadah tersebut menjadi momentum spiritual bagi seluruh peserta untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen dalam membangun kebersamaan keluarga besar PPTSB.
Renungan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt Dr Deonal Sinaga, MTh, Kepala Departemen (Kadep) Koinonia HKBP. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh keluarga besar PPTSB agar senantiasa merawat persaudaraan dan membangun kepedulian satu sama lain, sekalipun setiap keluarga memiliki latar belakang, status sosial, serta pergumulan kehidupan yang berbeda-beda.
Ia menekankan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk menjauh, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan menopang. Persaudaraan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar ikatan marga atau hubungan kekeluargaan, tetapi juga melalui kepedulian, solidaritas, dan kesediaan untuk hadir bagi sesama.
Menurut pesan yang disampaikan dalam renungan tersebut, setiap keluarga PPTSB tentu memiliki tantangan dan pergumulan masing-masing. Namun, berbagai kesulitan kehidupan tidak seharusnya memadamkan semangat untuk terus berjuang. Sebaliknya, setiap anggota keluarga besar PPTSB diajak untuk tetap memiliki pengharapan, optimisme, serta keyakinan dalam menghadapi masa depan.
Pesan ini menjadi sangat relevan dalam pelaksanaan Mubes PPTSB XVI Tahun 2026. Sebab, musyawarah besar bukan hanya menjadi forum organisasi untuk membahas program kerja, mengevaluasi kepengurusan, maupun menentukan arah kepemimpinan ke depan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan yang menjadi fondasi organisasi.
Dalam konteks tersebut, persatuan dan kepedulian menjadi modal penting agar PPTSB terus bertumbuh sebagai organisasi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki ikatan emosional dan spiritual yang kokoh di antara seluruh anggotanya.
Mubes PPTSB XVI Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan organisasi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah keluarga besar PPTSB, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui ibadah pembukaan ini, seluruh peserta diajak untuk menjadikan iman sebagai landasan dalam bermusyawarah, mengedepankan persaudaraan dalam perbedaan, serta tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan.
*Persaudaraan yang kuat bukan hanya terlihat ketika semua berjalan baik, tetapi justru teruji ketika setiap anggota bersedia saling menopang di tengah pergumulan.* Nilai inilah yang diharapkan terus hidup dan menjadi semangat keluarga besar PPTSB dalam perjalanan organisasi ke depan.
Keluarga PPTSB tetap merajut persaudaraan dan saling peduli satu dengan yang lain. Bagaimanapun pergumulan yang dihadapi keluarga PPTSB harus tetap memiliki pengharapan dan optimisme dalam perjuangan dengan latar belakang status yang beragam.(S24-Asenk Lee Saragih)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

0Komentar