Jambi, S24- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jambi menunjukkan penurunan pada pekan terakhir. Namun, kondisi tersebut belum menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan kualitas udara yang dalam beberapa hari terakhir masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat sebanyak 5.803 kasus ISPA pada minggu ke-38, periode 20–26 September 2026. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 7.236 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. Ike Silviana, mengatakan penurunan kasus ISPA merupakan perkembangan positif. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai dampak kualitas udara terhadap kesehatan, terutama karena indeks standar pencemar udara (ISPU) dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi yang kurang baik.
“Meski ISPA menurun, ISPU dua hari terakhir, 30 September sampai 1 Oktober 2026, berada pada kondisi tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya. Dinkes tetap meminta masyarakat menjaga kesehatan, menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan,” kata Ike Silviana, 1 Oktober 2026.
Sempat Meningkat Saat Kabut Asap
Data Dinkes Provinsi Jambi menunjukkan kasus ISPA sempat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan ketika kabut asap melanda.
Pada minggu ke-34, periode 23–29 Agustus 2026, tercatat 7.521 kasus ISPA. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 7.563 kasus pada minggu ke-35.
Tren kenaikan berlanjut pada minggu ke-36 dengan jumlah kasus mencapai 7.824 kasus, sebelum akhirnya mulai mengalami penurunan pada pekan berikutnya.
Pada minggu ke-37, kasus ISPA turun menjadi 7.236 kasus. Penurunan kembali terjadi pada minggu ke-38 dengan jumlah kasus tercatat sebanyak 5.803 kasus.
Dengan demikian, terdapat penurunan sebanyak 1.433 kasus atau sekitar 19,8 persen dibandingkan minggu ke-37. Jika dibandingkan dengan puncak pada minggu ke-36, penurunan mencapai 2.021 kasus atau sekitar 25,8 persen.
Meski tren tersebut menunjukkan penurunan, Dinkes tetap menempatkan kondisi kualitas udara sebagai faktor yang perlu diwaspadai.
Seluruh Kabupaten/Kota Catat Penurunan
Dinkes Provinsi Jambi menyebut penurunan kasus ISPA pada minggu ke-38 terjadi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.
Hingga saat ini, seluruh kasus ISPA yang tercatat masih dapat ditangani oleh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk Puskesmas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Dinkes terus mendorong kesiapan fasilitas kesehatan di daerah, terutama untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Langkah antisipasi sendiri telah dilakukan sejak Juni 2026. Dinkes Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota agar meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan, termasuk tenaga kesehatan, Tim Gerak Cepat, serta ketersediaan logistik di Puskesmas dan Dinkes kabupaten/kota.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Di tengah kondisi udara yang tidak sehat, masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus melakukan aktivitas di luar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan memperhatikan kondisi kesehatan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, khususnya penyakit jantung dan paru.
Dinkes mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi memburuk apabila mulai mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan. Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Penurunan jumlah kasus ISPA pada minggu ke-38 menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Namun, kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya membuat upaya pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Karena itu, Dinkes Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan langkah perlindungan diri meski angka kasus ISPA mulai menurun.(S24-Red)


0Komentar