Medan,S24 – Ratusan peserta Musyawarah Besar (Mubes) Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) Sedunia ke-XVI Tahun 2026 mulai berdatangan dan melakukan registrasi di Aryaduta Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2026). Registrasi peserta berlangsung di lantai 9 hotel tersebut, dengan kehadiran perwakilan dari berbagai kabupaten, kota, dan provinsi di seluruh Indonesia.

Pertemuan akbar keluarga besar PPTSB ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat solidaritas antargenerasi, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan leluhur Toga Sinaga.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan luasnya jaringan persaudaraan PPTSB yang terus terpelihara di tengah keberagaman wilayah, latar belakang, dan aktivitas para anggotanya. Medan menjadi titik pertemuan bagi keluarga besar yang dipersatukan oleh garis keturunan, identitas budaya, dan tanggung jawab untuk meneruskan warisan leluhur kepada generasi berikutnya.

Pembukaan Dijadwalkan Pukul 19.30 WIB

Rangkaian kegiatan Mubes PPTSB XVI Tahun 2026 dijadwalkan dibuka pada Kamis malam, pukul 19.30 WIB. Acara pembukaan akan dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama seluruh peserta sebagai bagian dari rangkaian penyambutan dan penguatan kebersamaan.

Dalam agenda tersebut, Ketua Panitia Mubes PPTSB XVI Tahun 2026, Prof. Dr. Jon Piter Sinaga, dijadwalkan menyampaikan sambutan. Sambutan berikutnya akan disampaikan Ketua Umum PPTSB Pusat, Ir. Edison Sinaga.

Kedua sambutan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pembukaan untuk menyampaikan arah pelaksanaan musyawarah, harapan terhadap partisipasi peserta, serta pentingnya menjaga kesatuan organisasi di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

Mubes bukan semata-mata pertemuan rutin organisasi. Forum ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, menyelaraskan pandangan, dan membangun kesepahaman demi keberlanjutan organisasi PPTSB di tingkat pusat maupun daerah.

“Sitolu Ompu, Sisia Ama”: Lebih dari Sekadar Slogan

Salah satu nilai yang menjadi penekanan dalam pertemuan keluarga besar PPTSB adalah semangat “Sitolu Ompu, Sisia Ama”. Slogan ini menjadi pengingat akan pentingnya ikatan kekerabatan, penghormatan terhadap leluhur, dan kesadaran untuk senantiasa menjaga hubungan persaudaraan.

Dalam kehidupan masyarakat Batak, ikatan genealogis dan adat memiliki peran penting dalam membangun identitas bersama. Namun, kekuatan sebuah organisasi kekerabatan tidak hanya ditentukan oleh kesamaan asal-usul. Lebih dari itu, kekuatan tersebut perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai, kesediaan bermusyawarah, kepedulian terhadap sesama, dan komitmen untuk menjaga keharmonisan.

Karena itu, semangat “Sitolu Ompu, Sisia Ama” idealnya tidak berhenti sebagai rangkaian kata yang menghiasi spanduk atau menjadi tema kegiatan. Nilai tersebut perlu hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat, menentukan arah organisasi, dan membangun kerja sama lintas generasi.

Di sinilah Mubes PPTSB XVI memiliki arti strategis. Musyawarah menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa perbedaan pandangan tidak harus memutus persaudaraan, melainkan dapat dikelola melalui dialog, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap kepentingan bersama.

Menjaga Persatuan dan Mewariskan Nilai kepada Generasi Muda

Tantangan organisasi kekerabatan pada masa kini bukan hanya mempertahankan hubungan antarkeluarga, tetapi juga memastikan generasi muda memahami dan merasa memiliki warisan adat serta budaya leluhurnya.

Perubahan pola hidup, perkembangan teknologi, dan mobilitas masyarakat membuat hubungan antargenerasi membutuhkan pendekatan yang semakin relevan. Oleh sebab itu, penguatan organisasi perlu berjalan seiring dengan upaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan adat, sosial, pendidikan, dan pelayanan kemasyarakatan.

PPTSB memiliki kesempatan untuk menjadikan Mubes sebagai ruang merumuskan langkah-langkah yang mendorong partisipasi generasi muda, memperluas solidaritas antardaerah, serta mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Persaudaraan yang solid juga perlu diterjemahkan ke dalam tindakan konkret, seperti saling membantu ketika anggota menghadapi kesulitan, memperkuat komunikasi antarpengurus, serta membangun program sosial yang berkelanjutan.

Dengan demikian, kebersamaan tidak hanya terasa ketika seluruh anggota berkumpul dalam sebuah acara besar, tetapi juga tetap hidup ketika mereka kembali ke daerah masing-masing.

Mubes Sebagai Momentum Memperkuat Masa Depan Organisasi

Berkumpulnya ratusan peserta dari berbagai daerah di Medan membawa pesan bahwa ikatan persaudaraan merupakan modal sosial yang berharga. Akan tetapi, besarnya jumlah peserta dan luasnya keterwakilan daerah perlu diikuti dengan hasil musyawarah yang mampu menjawab kebutuhan organisasi.

Mubes PPTSB XVI Tahun 2026 diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesepakatan, memperkuat tata kelola organisasi, menjaga kesinambungan kepemimpinan, dan merumuskan program yang relevan dengan perkembangan zaman.

Keberhasilan musyawarah pada akhirnya tidak hanya diukur dari kelancaran acara atau besarnya jumlah peserta yang hadir. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana keputusan yang dihasilkan dapat dilaksanakan, memperkuat kepercayaan anggota, dan memberikan dampak positif bagi keluarga besar PPTSB.

Semangat persaudaraan perlu menjadi landasan dalam setiap proses pengambilan keputusan, sehingga kepentingan bersama tetap berada di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Merawat Persaudaraan, Meneguhkan Identitas

Registrasi peserta di Aryaduta Hotel pada Kamis sore menjadi awal dari rangkaian Mubes PPTSB XVI Tahun 2026. Dari berbagai daerah, para peserta hadir membawa harapan agar pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus memperkuat masa depan organisasi.

Di tengah perubahan zaman, pesan yang hendak dijaga tetap sama, persaudaraan harus dirawat, adat dan budaya perlu diwariskan, serta kebersamaan mesti diwujudkan melalui tindakan nyata.

Melalui Mubes PPTSB XVI Tahun 2026, semangat “Sitolu Ompu, Sisia Ama” diharapkan semakin mengakar sebagai pedoman dalam menjaga solidaritas, menghormati leluhur, dan membangun organisasi yang kokoh, inklusif, serta bermanfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

*PPTSB bukan sekadar wadah berhimpun berdasarkan garis keturunan, melainkan ruang untuk merawat persaudaraan dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.* Sebab, persaudaraan yang kuat bukan hanya terlihat ketika semua berkumpul, tetapi juga terbukti melalui kesetiaan untuk saling mendukung ketika kembali menjalani kehidupan di daerah masing-masing.(S24-AsenkLeeSaragih)