Jakarta, S24 - Presiden Prabowo Subianto resmi mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan pemanfaatan kawasan hutan setelah terjadinya bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pihak Istana Negara telah mengumumkan secara resmi daftar perusahaan yang terdampak pencabutan izin tersebut.

"Bapak Presiden mengambil keputusan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Sebanyak 28 perusahaan itu terdiri atas 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) serta 6 badan usaha lain yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan pemanfaatan hasil hutan kayu.

"28 perusahaan tersebut terdiri dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan atau PBPH Hutan Alam dan Hutan Tanaman, seluas 1.010.592 hektare, serta 6 perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan berusaha pemanfaatan hasil hutan kayu atau PBPHHK," ujarnya.

Berikut ini rincian 22 perusahaan PBPH yang izinnya dicabut pemerintah:

1. Aceh (3 unit)

    PT Aceh Nusa Indrapuri
    PT Rimba Timur Sentosa
    PT Rimba Wawasan Permai

2. Sumatera Barat (6 unit)

    PT Minas Pagai Lumber
    PT Biomass Andalan Energi
    PT Bukit Raya Mudisa
    PT Dhara Silva Lestari
    PT Sukses Jaya Wood
    PT Salaki Summa Sejahtera

3. Sumatera Utara (13 unit)

    PT Anugerah Rimba Makmur
    PT Barumun Raya Padang Langkat
    PT Gunung Raya Utama Timber
    PT Hutan Barumun Perkasa
    PT Multi Sibolga Timber
    PT Panei Lika Sejahtera
    PT Putra Lika Perkasa
    PT Sinar Belantara Indah
    PT Sumatera Riang Lestari
    PT Sumatera Sylva Lestari
    PT Tanaman Industri Lestari Simalungun
    PT Teluk Nauli
    PT Toba Pulp Lestari Tbk

Selain itu, pemerintah juga mencabut izin enam badan usaha non-kehutanan yang beroperasi di wilayah terdampak, dengan rincian sebagai berikut:

1. Aceh (2 unit)

    PT Ika Bina Agro Wisesa
    CV Rimba Jaya

2. Sumatera Utara (2 unit)

    PT Agincourt Resources
    PT North Sumatra Hydro Energy

3. Sumatera Barat (2 unit)

    PT Perkebunan Pelalu Raya
    PT Inang Sari.

(S24-Detik.com)