![]() |
Oleh: Gideon Sinaga
Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Tapanuli Tengah akibat air hujan yang jatuh dari langit tidak tahu lagi harus berlindung, sehingga menyerang langsung semua yang coba membendung.
Aroma bahaya ternyata telah tercium oleh Masyarakat yang perduli terhadap keselamatan lingkungan dan manusia, mereka berteriak "Hentikan..!!".
Dengan lantang mereka nyatakan "Tutup pabrik-pabrik yang merugikan lingkungan dan masyarakat", namun para penguasa serta pemerintah tampak mengacuhkan mereka.
Terbentuklah TIM 11 (Sebelas) yang dipimpin langsung oleh Togu Simorangkir bersama rekan-rekan seperjuangan seperti Anita Martha Hutagalung, Christian Gultom dan yang lainnya melakukan aksi Jalan Kaki dari Danau Toba ke Jakarta.
Aksi nekat mereka bukan untuk mencari sensasi, bukan untuk dipuji, tetapi Aksi TIM 11 untuk menyelamatkan Masyarakat yang berada di sekitaran Perusahaan Rakus terlepas dari bencana alam.
TIM 11 akhirnya tiba di Jakarta dan diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta, namun seperti biasa hanya janji dan janji tanpa ada kerja nyata menutup perusahaan rakus yang dijaga raksasa yang tengah berkuasa.
Segala upaya terus dilakukan para tokoh perduli lingkungan bersama jemaat Gereja meminta ditutupnya Pabrik Pembawa Sial itu, namun kembali gagal bahkan ada perlawanan.
Langitpun mulai MUAK melihat PENINDASAN dan KESERAKAHAN serta KESEWENANGAN, LANGIT bersinergi dengan SUNGAI untuk mengungkap KEBOHONGAN melalui curah hujan.
Alhasil, KAYU GELONDONGAN hasil jarahan hutan dibawa oleh air deras melalui sungai untuk diperlihatkan kepada para Pemerintah dan Penguasa fakta nyata adanya rekayasa.
Dengan kejadian ini apakah kalian masih akan terus bertahan dengan kebohongan dan keserakahan?





0Komentar