Medan, S24 - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) berdampak serius pada ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Medan dan Deliserdang terpaksa tutup, bahkan memasang papan pengumuman “Pertalite Habis” dan “Pertamax Habis”. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM.

Menanggapi situasi tersebut, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memastikan bahwa pemerintah provinsi telah bergerak cepat untuk mengatasi persoalan kelangkaan. Ia menjelaskan bahwa cuaca buruk, termasuk ombak tinggi di perairan Belawan dalam beberapa hari terakhir, menjadi penyebab utama terganggunya distribusi BBM melalui jalur laut.

Menurut Bobby, kapal tanker pengangkut BBM sebenarnya sudah tiba di Pelabuhan Belawan, namun belum dapat bersandar akibat tingginya gelombang. Hal ini membuat proses loading BBM tertunda.

“Kemarin sudah kita koordinasikan, karena di Belawan ombak tinggi. Tanker pembawa BBM sudah ada, cuma belum bisa disambungkan untuk proses loading,” ujar Bobby di Lanud Soewondo, Medan, Jumat (28/11/2025).

Sebagai langkah darurat, Pemprov Sumut mengalihkan pasokan dari daerah terdekat. Bobby menyebutkan bahwa sekitar 30 truk BBM dari Pekanbaru, Riau, telah dikirim menuju Sumut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dari Pekanbaru sudah dikirim ada 30 truk, sedang dikirim ke sini,” tambahnya.

Gubernur juga berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kapal tanker yang menunggu dapat segera bersandar dan melakukan bongkar muatan.

“Mudah-mudahan ombaknya mereda, sehingga tanker bisa menyandar dan proses loading segera dilakukan,” pungkasnya.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap distribusi BBM kembali normal dalam waktu dekat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.(S24-Red)