Padang, S24 - Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, memutuskan untuk membatalkan acara pernikahan anaknya yang sedianya digelar pada 6–7 Desember 2025. Keputusan tersebut diambil meskipun undangan hajatan telah disebarluaskan kepada keluarga, kerabat, dan para tamu undangan.
Pembatalan dilakukan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat Sumatera Barat yang tengah mengalami masa sulit akibat berbagai musibah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di provinsi itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan fasilitas, serta memaksa ribuan warga mengungsi.
“Mengingat banyaknya masyarakat yang menjadi korban jiwa dan ribuan lainnya harus mengungsi, maka tidaklah pantas bagi kami merayakan kebahagiaan sementara masyarakat sedang berduka,” ujar Buya Mahyeldi dalam keterangan resminya.
Keputusan ini mendapat dukungan dari keluarga besar gubernur yang sepakat untuk menunda seluruh rangkaian acara pernikahan hingga kondisi daerah kembali pulih.
Tidak sedikit warganet memberikan apresiasi atas langkah tersebut, meski sebagian lainnya masih melontarkan kritik. Namun, keputusan ini dinilai mencerminkan sensitivitas dan empati seorang pemimpin terhadap situasi yang tengah dialami masyarakatnya.(S24-Red)


0Komentar