Raja Juli Antoni.
Jakarta, S24 - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, angkat suara terkait rangkaian bencana banjir bandang dan longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Dalam pidatonya pada workshop kepala sekolah program SMK Go Global, Senin (1/12/2025), Cak Imin mengungkapkan bahwa ia telah mengirimkan surat resmi kepada tiga menteri yang berkaitan langsung dengan tata kelola lingkungan dan sumber daya alam.

Surat itu ditujukan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, sebagai bentuk desakan agar mereka melakukan evaluasi besar-besaran atas seluruh kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan selama ini.

Ia menekankan, rentetan bencana yang berulang bukan lagi sekadar peringatan, melainkan sinyal kuat adanya kesalahan serius dalam tata kelola manusia terhadap alam.

“Saya mengajak semua pihak untuk bahu-membahu memperbaiki," ujar Cak Imin dalam pidatonya sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Jumat (5/12/2025).

"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, dan Menteri Lingkungan Hidup untuk bersama-sama melakukan evaluasi total atas seluruh kebijakan dan langkah yang kita ambil. Ini wujud kesungguhan kita sebagai pemerintah,” imbuh dia.

Ia kemudian mengaitkan ajakan evaluasi tersebut dengan istilah dalam tradisi Nahdlatul Ulama, yaitu “taubatan nasuha”.

Menurutnya, taubat nasuha bukan sekadar seruan moral, tetapi simbol komitmen untuk mengoreksi total setiap kebijakan yang berdampak pada lingkungan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi di lapangan.

Cak Imin bahkan menyampaikan pernyataan bernada peringatan. “Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri.”

Kalimat itu ia gunakan untuk menggambarkan betapa seriusnya dampak kerusakan lingkungan yang kini memicu bencana berulang.

Lantas, bagaimana respons Raja Juli Antoni dan Bahlil Lahadalia menanggapi ajakan taubat nasuha Cak Imin?

Jangan Saling Mendiskreditkan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Cak Imin telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya mengenai “taubat nasuha” yang sebelumnya diarahkan kepada sejumlah menteri pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin. Beliau menyampaikan permintaan maaf kepada saya, mengatakan bahwa bukan itu maksudnya. Beliau secara gentle minta maaf,” kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Raja Juli menegaskan bahwa ia menerima permintaan maaf tersebut, karena memahami bahwa ucapan Cak Imin tidak bermaksud menyudutkannya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa antar menteri seharusnya menjaga kekompakan dan tidak saling mendiskreditkan, mengingat mereka sama-sama bekerja dalam satu komando pemerintahan.

“Ini penting. Kita semua adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan yang mengganggu stabilitas. Sekali lagi, saya apresiasi Gus Imin yang telah menyampaikan maaf atas pernyataan yang keliru saat itu,” ujarnya.

Bahlil balik minta Cak Imin taubat nasuha, tegaskan hanya presiden yang bisa memerintah dirinya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons pernyataan Cak Imin dengan nada tegas usai diminta taubat nasuha.

Alih-alih hanya menerima ajakan “taubat nasuha” yang dilontarkan Cak Imin kepada dirinya, Bahlil balik meminta agar Cak Imin juga melakukan hal yang sama.

“Kalau bicara taubatan nasuha, Cak Imin juga harus taubatan nasuha. Semua kita, ya… semua harus evaluasi diri,” ujar Bahlil saat ditemui di Istana, Jakarta, dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/12/2025).

Ia menekankan bahwa bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya beban sektor tertentu.

Bahlil kemudian menegaskan batas kewenangan dalam kabinet. Menurutnya, sebagai menteri, ia hanya tunduk pada arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden saya itu Pak Prabowo. Di kabinet, yang bisa memerintah saya hanya Presiden Prabowo,” tegas dia.

Ia menambahkan bahwa saat ini seluruh fokusnya diarahkan pada penanganan masyarakat terdampak bencana. “Saya ini lagi urus urusan rakyat, menjalankan apa yang diperintahkan Bapak Presiden. Saya sedang menangani lokasi bencana,” kata Bahlil menutup pernyataannya.(S24-Sumber: Kompas.com)