Simalungun. S24 - Mantan Ketua DPRD Kabupaten Simalungun periode 2014–2019, Drs. Johalim Purba, mendorong agar Bandara Internasional Kualanamu diubah namanya menjadi Bandara Tuan Rondahaim Saragih sebagai bentuk penghormatan yang layak terhadap Pahlawan Nasional asal Sumatera Utara tersebut.
Menurut Johalim, pengabdian dan perjuangan Tuan Rondahaim Saragih memiliki cakupan wilayah yang luas dan berskala nasional, sehingga sudah selayaknya namanya diabadikan pada infrastruktur strategis negara, seperti bandara internasional.
Penyematan Tuan Rondahaim Saragih menggantikan nama gedung (balai) pertemuan Djabanten Damanik di Pamatangraya dinilai terlalu lokal, jika dibandingkan dengan Tuan Rondahaim Saragih sudah mendapat gelar Pahlawan Nasional.
“Gelar Pahlawan Nasional memiliki marwah yang sangat tinggi. Nama sebesar Tuan Rondahaim Saragih seharusnya ditempatkan pada objek nasional, dan Bandara Kualanamu sangat tepat untuk itu,” ujar Johalim kepada wartawan, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, secara historis perjuangan Tuan Rondahaim Saragih tidak hanya terbatas di Simalungun, tetapi juga mencakup wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, hingga Aceh.
Oleh karena itu, Bandara Kualanamu yang berada di kawasan strategis Sumatera Utara dinilai representatif untuk mengabadikan nama pahlawan tersebut.
Johalim menilai, perubahan nama bandara justru akan memberikan nilai historis dan edukatif bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Apa salahnya Kualanamu diganti namanya? Banyak bandara di Indonesia menggunakan nama pahlawan nasional. Ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk penghormatan negara atas jasa besar seorang tokoh perjuangan,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya sinergi lintas daerah dalam mengusulkan perubahan nama tersebut kepada pemerintah pusat. Menurut Johalim, kepala daerah di wilayah yang memiliki keterkaitan historis dengan perjuangan Tuan Rondahaim Saragih harus bersatu menyampaikan usulan resmi.
“Bupati Simalungun, Bupati Deli Serdang, Bupati Serdang Bedagai, Bupati Langkat, serta kepala daerah lainnya harus kompak mengajukan ini ke pemerintah pusat. Jika solid, saya yakin usulan ini memiliki kekuatan moral dan historis yang besar,” ujarnya.
Johalim menegaskan bahwa pengusulan nama Tuan Rondahaim Saragih sebagai nama Bandara Kualanamu merupakan langkah yang lebih berwibawa dan proporsional dalam menghormati Pahlawan Nasional, dibandingkan hanya menempatkan namanya pada fasilitas berskala lokal.


.jpg)

0Komentar