Istimewa.

Toba, S24 -Seorang mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Sabtu siang (11/4/2026). Pencarian korban dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026) pukul 08.00 WIB dengan melibatkan tim gabungan dan masyarakat sekitar.

Korban diketahui bernama Cristoper Rustam Muda Dua (21), mahasiswa semester II Fakultas Filsafat, warga Batam. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB, korban belum ditemukan.

Plt Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairuddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian bermula saat rombongan mahasiswa berjumlah sekitar 60 orang bersama satu pendamping, Romo R.D Ngadiono, melakukan rekreasi ke lokasi menggunakan kapal penumpang KM Sibole-Bole 01 dari kawasan Silima Lombu.

“Setibanya di lokasi, para mahasiswa berenang di sekitar jatuhan air terjun,” ujar Khairuddin.

Sekitar 20 menit kemudian, korban diketahui tertinggal dari rombongan dan sempat mengeluhkan kram pada kaki. Sejumlah rekannya berupaya memberikan pertolongan dengan mengambil pelampung dari kapal.

“Namun saat hendak ditolong, korban sudah tidak terlihat di permukaan air,” katanya.

Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Lumbanjulu bersama tim Basarnas Ajibata langsung melakukan pencarian di lokasi kejadian. Upaya yang dilakukan meliputi penyisiran permukaan perairan Danau Toba serta penyelaman di sekitar titik korban diduga tenggelam.

Proses pencarian terkendala kondisi air yang keruh sehingga jarak pandang di dalam air terbatas.

“Tim penyelam sudah beberapa kali turun, namun korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi,” ujar Khairuddin.

Diketahui, rombongan mahasiswa sebelumnya mengikuti kegiatan rekoleksi di Silima Lombu, Kabupaten Samosir, sebelum berwisata ke lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga mengalami kelelahan dan kram saat berenang di area dengan arus cukup kuat.

Polres Toba mengimbau masyarakat dan wisatawan agar berhati-hati saat berkunjung ke objek wisata air, serta tidak berenang terlalu ke tengah dan menggunakan pelampung, terutama bagi yang belum mahir berenang. (S24-Red)