Jakarta, S24 - Konglomerat asal Kalimantan Barat, Prajogo Pangestu, menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires List pada awal April 2026. Berdasarkan data per Minggu (12/4/2026), kekayaan Prajogo Pangestu tercatat mencapai 23,1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp394 triliun.
Capaian tersebut membuatnya mengungguli dua nama besar lainnya, yakni Budi Hartono dengan kekayaan 17,6 miliar dolar AS (sekitar Rp300 triliun) dan Low Tuck Kwong sebesar 17,3 miliar dolar AS (sekitar Rp295 triliun).
Posisi berikutnya ditempati Anthoni Salim dengan kekayaan sekitar 11,9 miliar dolar AS (Rp203 triliun), serta Tahir dan keluarga yang memiliki kekayaan sekitar 9,9 miliar dolar AS (Rp169 triliun).
Prajogo Pangestu lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944. Ia memulai kariernya di industri kayu bersama Djajanti Group milik Burhan Uray pada 1970. Pada 1976, ia dipercaya menjadi General Manager PT Nusantara.
Setahun kemudian, ia memulai usaha sendiri dengan mendirikan Barito Pacific Timber pada akhir 1970-an. Perusahaan tersebut berkembang pesat hingga melantai di Bursa Efek Jakarta pada 1993, sebelum melakukan ekspansi ke sektor petrokimia, energi, dan sumber daya alam.
Ekspansi bisnisnya semakin luas setelah mengakuisisi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk yang kemudian bergabung dengan PT Tri Polyta Indonesia Tbk pada 2011. Selain itu, kerja sama dengan Michelin pada 2015 dilakukan untuk membangun pabrik karet sintetis di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis Prajogo juga merambah sektor energi terbarukan melalui Barito Renewables Energy yang mengendalikan Star Energy. Pada 2022, keluarga Pangestu mengakuisisi 33,33 persen saham Star Energy dari BCPG Thailand senilai 440 juta dolar AS guna memperkuat kendali perusahaan.
Capaian tersebut menegaskan posisi Prajogo Pangestu sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia dengan portofolio bisnis yang terus berkembang di berbagai sektor strategis.(S24-Red)


0Komentar