Serah terima berkas Pengurus PGIW Provinsi Jambi yang lama kepada yang baru, Rabu (15/4/2026). (Foto-Foto Istimewa)

Jambi, S24 -Momentum pergantian kepengurusan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Jambi Periode 2026–2031 dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi dan penguatan arah pelayanan ke depan. Hal ini terlihat dalam kegiatan ramah tamah dan koordinasi pelayanan antara pengurus lama dan pengurus baru yang digelar pada Rabu (15/4/2026).

Acara tersebut berlangsung di kediaman Ibu Erni, Ketua Komisi Perempuan PGIW Jambi, dan dihadiri oleh Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pdt. Kamson R. A. Pasaribu, M.Th yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum PGIW Jambi periode 2026–2031.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni peralihan kepengurusan. Di tengah dinamika pelayanan gereja yang semakin kompleks, pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk memastikan kesinambungan program sekaligus memperkuat fondasi kerja organisasi lintas denominasi di Jambi.



Dalam suasana yang berlangsung hangat namun sarat makna, pengurus periode 2021–2026 berbagi pengalaman, evaluasi, serta tantangan yang dihadapi selama masa kepemimpinan mereka. Hal ini menjadi bekal penting bagi pengurus baru dalam merumuskan langkah ke depan.

Pdt. Kamson R. A. Pasaribu menegaskan bahwa sinergi antar generasi kepengurusan merupakan kunci utama menjaga stabilitas organisasi. Ia menilai, keberlanjutan pelayanan tidak boleh terputus hanya karena pergantian struktur.

“Koordinasi seperti ini penting agar program yang telah berjalan dapat dilanjutkan dan dikembangkan, bukan dimulai dari nol,” menjadi penekanan dalam pertemuan tersebut.

Peran Strategis PGIW di Tengah Masyarakat

Sebagai wadah persekutuan gereja lintas denominasi, PGIW Jambi memiliki peran strategis, tidak hanya dalam lingkup internal gereja, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Di tengah tantangan seperti keberagaman, isu sosial, hingga dinamika kebangsaan, PGIW dituntut untuk tetap hadir sebagai jembatan persatuan dan penggerak nilai-nilai moderasi, toleransi, serta pelayanan yang inklusif.

Pertemuan koordinasi ini pun menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru dalam merumuskan arah pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar gereja.

Meski dikemas dalam suasana ramah tamah, substansi kegiatan menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa transisi kepemimpinan harus diiringi dengan konsolidasi yang kuat.

Kehadiran tokoh-tokoh kunci dalam struktur PGIW, termasuk perwakilan komisi seperti Komisi Perempuan, memperlihatkan bahwa pelayanan ke depan akan melibatkan berbagai elemen secara lebih inklusif.

Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam pertemuan tersebut, PGIW Jambi diharapkan mampu melanjutkan perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat di Provinsi Jambi.(S24-AsenkLeeSaragih)