Merangin, S24 - Keresahan mulai melanda di kalangan pendidik dan pengelola sekolah di wilayah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, hingga pada pertengahan Mei 2026 ini, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diharapkan menjadi penunjang utama operasional pendidikan belum juga masuk ke rekening sekolah. Akibatnya, berbagai kegiatan sekolah dan proses belajar mengajar mulai terasa sedikit terhambat.
Para kepala sekolah di Merangin, guru, dan staf administrasi mengakui kekhawatiranya. bukan tanpa sebab, dikarenakan banyak nya kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi setiap bulan semua itu sangat bergantung pada dana (BOS). Tagihan, istrik yang tidak bisa di abaikan, wifi, pembelian perlengkapan ajar, biaya kebersihan dan keamanan sekolah, perawatan fasilitas rusak, hingga biaya operasional kegiatan belajar sehari-hari.
Untuk saat ini terpaksa dijalankan dengan seadanya namun untuk kegiatan ekstrakurikuler tetap di lanjutkan mulai di tingkat Kecamatan hingga Kabupaten, untung saja inisiatif para guru dan staf sekolah selalu menjaga kekompakannya cari talangan kesana kesini namun sebalik itu ada juga sekolah yang tidak bergerak pada O2SN Kabupaten baru baru ini.
"Kami sangat resah", ujar salah seorang guru di Kecamatan Nalo Tantan, Kecamatan Pamenang Barat, dan Kecamatan beberapa termasuk Sekolah Islam Terpadu, banyak keperluan mendesak yang tidak bisa ditunda, tapi sampai sekarang dana belum ada kabar pasti kapan cairnya, bahkan hampir masuk ke TW II, ucapnya.
Yang lebih menyedihkan lagi mendengar keluhan dari rekan seprofesi, padahal ia tinggal menghitung minggu kedepan akan memasuki purna tugas, namun banyak kegiatan yang di talangi nya terlebih dahulu agar poroses KBM di sekola tetap berjalan, dengan harapan sebelum pensiun dana Bos sudah masuk rekening sekolah, dan tidak ada lagi kerancuan ke uangan sekolah setelah ia pensiun nanti.
Lanjutnya lagi, kalau dibiarkan terus bebegini banyak talangan menumpuk, seperti tagihan listrik dan tagihan wifi dampaknya dikhawatirkan kenyamanan dan kelancaran siswa dalam belajar akan terganggu," ungkap salah seorang guru yang enggan namanya disebutkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketidakpastian jadwal pencairan ini membuat pihak sekolah merasa kebingungan, pihak Dinas Pendidikan terkesan hanya memberikan angin segar, baru baru ini Kadikbud dr. Misrinaldi merilis berita di salah satu media online ia mengabarkan bahwa dana BOS triwulan satu akan segera cair kepsek jangan gundah pintanya.
Pada kenyataannya telah mendekati TW II dana tersebut belum juga ada wujud nya. Saat ini beberapa sekolah terpaksa mencari talangan, karena mengandalkan bantuan dari komite sekolah atau dana darurat yang jumlahnya sangat terbatas, namun hal itu tentu tidak bisa berlangsung lama.
Hingga berita ini diturunkan, alasan keterlambatan pencairan belum ada penjelasan resmi secara rinci. Namun, informasi yang dihimpun menyebutkan kemungkinan adanya penyesuaian administrasi, verifikasi data, dan ada juga yang ber spekulasi mengaitkan erornya sistem Bank Daerah, sehingga penyaluran dana BOS Tahun Anggaran 2026 ini terhambat.
Disisi lain, jika bercermin dari eror nya sistem bank daerah lantas mengapa dana BOS di Kabupaten tetangga aman aman saja, cetus guru yang sumber gajinya dari dana BOS.
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan dan instansi terkait segera memberikan kejelasan pasti jadwal pencairan, agar operasional pendidikan tetap berjalan normal, sehingga tidak mengganggu hak siswa mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak. (S24-Red/Bay).


0Komentar