BATU BARA, S24- Pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi selama sekitar 12 jam di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengakibatkan kerugian besar bagi petani budidaya ikan nila di Desa Panjang, Kecamatan Talawi. Belasan ribu ikan nila milik seorang petani bernama Hermin Siagian dilaporkan mati akibat terganggunya sistem sirkulasi oksigen di kolam budidaya.
Pemadaman listrik terjadi sejak Jumat (22/5/2026) pukul 18.45 WIB hingga Sabtu (23/5/2026). Kondisi tersebut menyebabkan alat aerator yang selama ini digunakan untuk menjaga pasokan oksigen di kolam tidak dapat berfungsi.
Akibatnya, ikan-ikan nila dalam kolam budidaya mengalami kekurangan oksigen dan mati secara massal.
Peristiwa itu diketahui publik setelah Hermin Siagian mengunggah kondisi kolam budidayanya melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menyampaikan kekecewaan atas dampak pemadaman listrik yang dinilai sangat merugikan usaha kecil masyarakat.
“Disaat rela membayar listrik sedikit lebih mahal demi usaha kecil ini, tapi ternyata, ahhh tak bisa berkata kata lagi. Semoga ada keprihatinan pihak PLN terhadap dampak black out 12 jam ini,” tulis Hermin Siagian.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat dan menuai berbagai komentar simpati. Banyak warga menilai pemadaman listrik dalam durasi panjang tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor usaha yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Dalam sistem budidaya perikanan modern, keberadaan listrik menjadi faktor penting untuk mengoperasikan pompa air dan aerator guna menjaga kadar oksigen di dalam kolam. Jika aliran listrik terhenti dalam waktu lama, ikan berisiko mengalami stres hingga mati akibat kekurangan oksigen.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik berkepanjangan tersebut maupun kemungkinan adanya langkah penanganan terhadap kerugian yang dialami warga terdampak.
Peristiwa ini kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya keandalan pasokan listrik, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan operasional usahanya pada energi listrik. Ironis memang. Di satu sisi masyarakat didorong mandiri dan produktif, di sisi lain satu malam blackout bisa menghapus hasil kerja keras berbulan-bulan. Sistem modern kadang rapuhnya seperti mi instan kena hujan.(S24-AsenkLee)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

0Komentar